
MATARAM (KabarBerita)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTB direncanakan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Februari 2026 mendatang.
Pasca Ketua DPD Partai Demokrat NTB sebelumnya tersandung kasus hukum, Indra Jaya Usman (IJU) yang dipastikan dirinya tidak berpeluang lagi menakhodai Parpol berlambang mercy tersebut.
Sejumlah kader maupun tokoh mulai mengemuka disebut-sebut punya peluang menjadi ketua DPD Partai Demokrat NTB. Diantaranya mantan Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi dua periode.
Salah satu pengamat politik NTB, Ihsan Hamid menilai mantan Bupati Lotim Sukiman Azmi bukan orang asing di Partai Demokrat. Sukiman jadi rival IJU dalam Musda Partai Demokrat NTB tahun 2022 lalu. “Ini artinya, pak Sukiman sudah mengantongi KTA partai Demokrat,” katanya di Mataram kemarin.
Dengan mengantongi KTA, kata Hamid, Sukiman Azmi memiliki peluang besar menakhodai Partai Demokrat di Bumi Gora, apalagi pernah ikut bertarung di Musda Demokrat NTB sebelum. Sebagai mantan Bupati Lotim yang sangat dirindukan masyarakat Patuh Karya Lombok Timur, Sukiman Azmi relatif punya pemilih royal, terlebih kabupaten Lombok Timur jadi daerah pemilih terbanyak di NTB.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, membuat Sukiman Azmi sangat layak dipertimbangkan untuk memimpin partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di NTB. “Ini membuat pak Sukiman layak dipertimbangkan DPP jadi ketua Demokrat NTB,”tambah Hamid.
Sebagai tokoh berlatar belakang TNI, sambung Hamid, sosok Sukiman Azmi diyakini tidak akan terlalu sulit dalam membangun dan jalin komunikasi politik dengan ketua majelis pertimbangan DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Karena kedua juga berlatar belakang TNI. “Ini juga jadi keuntungan tersendiri bagi pak Sukiman Azmi,”sambungnya.
Hamid menyakini jika Partai Demokrat NTB dipimpin Sukiman Azmi, mantan Bupati Lotim akan bisa mendongkrak raihan kursi parpol berlambang mercy itu baik di DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota pada Pemilu 2029 mendatang.
Terkait ada kader maupun tokoh asal pulau Sumbawa mengemuka jadi ketua Demokrat NTB diantaranya Wali kota Bima Arrahman Abidin.
Hamid berpandangan, lebih ideal Partai Demokrat NTB dipimpin kader maupun tokoh berasal dari pulau Lombok.
Dengan dipimpin kader atau tokoh dari pulau Lombok, akan lebih memudahkan koordinasi dan konsolidasi di internal Partai.
Pusat konsolidasi ada di pulau Lombok. Selain itu, ceruk suara pemilih di NTB paling banyak tersebar di pulau Lombok dibandingkan di pulau Sumbawa.
Sehingga lebih menjanjikan ketua Demokrat NTB dipimpin kader atau tokoh dari pulau Lombok. “Nah. Pak Sukiman tokoh asal Lombok pas memegang Partai Demokrat NTB,”pungkasnya. (red).







