Kontroversi Pawai Takbiran Mirip Ogoh-Ogoh di Lombok

LOMBOK TENGAH (KabarBerita) – Jagat maya di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah dihebohkan dengan peserta pawai lampion menyambut 1 syawal 1446 H yang mirip dengan pawai Ogoh-Ogoh umat Hindu.

Dari beberapa vidio yang beredar di media sosial (medsos) reflika iblis atau setan yang dibawa oleh salah satu peserta itu terjadi di Embungtiang Kabupaten Lombok Timur, meski lokasi tepatnya belum bisa dikonformasi.

Namun dari pantauan KabarBerita reflika iblis mirip Ogoh-Ogoh itu ditampilkan pada pawai lampion menyambut hari raya idul fitri 1446 H, Minggu (30/3) malam.

Kontroversi peserta pawai lampion ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Beberapa orang menilai pawai seperti ini tidak bisa dibenarkan, karena pawai takbiran merupakan tradisi keislaman untuk Mensyiarkan Islam dengan menampil Simbol-Simbol yang bernuansa Keislaman, terkhusus di pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu Masjid.

Mereka khawatir jika dibiarkan bisa terjadi Asimilasi budaya lama yang penuh nuansa keislaman.

“Hal ini sangat berbahaya, karena Simbol-Simbol keislaman yang biasa di syiarkan dinampakkan pada Masyarakat dan generasi muda di ganti dengan ogoh-ogoh yang menyerupai perayaan ogoh-ogoh umat hindu,” kata salah satu netizen.

Sementara bagi yang pro, penampakan reflika iblis dianggap hal biasa dan wajar-wajar saja. Karena pesan moralnya adalah iblis atau setan adalah musuh manusia yang harus dilawan.

Dan hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi baik dari peserta yang menampilkan reflika serupa iblis itu maupun pihak penyelenggara. (Dedy)

Related Posts

Pengusaha Mataram H. Edy Sofyan Pinjamkan BMW M4 Untuk Dritf dan Jajal Sirkuit Mandalika

“Niat kita untuk majukan pariwisata dan salurkan hobi tiang di Otomotif, supaya otomotif NTB maju dan punya daya saing dengan Kota besar lainnya di indonesia,”   Mataram (KabarBerita) — Nama…

Loang Baloq Berdenyut Seharian dalam Meriahnya Sunrise to Sunset Festival

‎Mataram(KabarBerita )– Taman Hiburan Loang Baloq berubah menjadi ruang perayaan yang hidup dari matahari terbit hingga tenggelam lewat gelaran Sunrise to Sunset Festival (SSF). Festival di akhir tahun ini tidak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

Brida NTB Gandeng Unram Luncurkan Biodigester Portable Untuk Atasi Sampah

Brida NTB Gandeng Unram Luncurkan Biodigester Portable Untuk Atasi Sampah

Pesantren Jangan Dihakimi : Memperkuat Perlindungan Anak Tanpa Menghilangkan Jasa Besar Pesantren

Pesantren Jangan Dihakimi : Memperkuat Perlindungan Anak Tanpa Menghilangkan Jasa Besar Pesantren

Kasus Dugaan Pembakaran Santri, Iwan Slank Minta Publik Tidak Menghakimi Pengelola Ponpes

Kasus Dugaan Pembakaran Santri, Iwan Slank Minta Publik Tidak Menghakimi Pengelola Ponpes