
MATARAM (KabarBerita) – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Dompu setelah diguyur hujan deras sekitar satu jam lebih pada Senin (10/11/2025) sore. hal yang sama juga terjadi diwilayah di Kabupaten Bima, hingga Selasa (11/11/2025) kemarin mengakibatkan sedikitnya 13 desa di lima kecamatan terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa dirinya terus melakukan komunikasi intens dengan bupati, guna mengetahui perkembangan lebih lanjut, situasi yang ada disana.
“Kita sudah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan timnya untuk stand by dan melihat perkembangan kondisi terakhir yang ada disana,”ujarnya kepada awak media, Rabu (12/11/2025).
Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal ini juga mengatakan sudah berkomunikasi langsung dengan Danrem, supaya sesegera mungkin memberikan respon terhadap kondisi yang ada disana, ia juga berharap supaya bupati menangani terlebih dahulu permasalahan yang ada disana sebelum bantuan yang dari Pemprov sampai. “Jadi kami dari Pemprov sudah stand by, dan kami tetap akan melakukan dukungan,” katanya.
Miq Iqbal menambahkan, terkait penenetuan status tanggap darurat, ia mengatakan masih menunggu dari wilayah yang terdampak, karena secara urutan harus dimulai darisana, baru ada penetapan selanjutnya dari provinsi.
“Jadi kami masih menunggu hasil dari kabupaten, baru penentuan dari sini,,jadi nanti kita lihat,”terangnya.
Dikatakannya juga Untuk back up bantuan logistik, Miq Iqbal menyatakan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, sudah menyiapkan semua yang menjadi kebutuhan, dan untuk perinciannya apa saja, ia belum memeriksa secara detail.
“Kita sudah minta dari 2 hari yang lalu, untuk siaga bencana, dan untuk detail logistik, belum kami tahu, berapa dan apa saja, yang pasti banyak,”tegasnya.
Miq iqbal menyebutkan yang menjadi penyebab banjir itu sudah ia sampaikan berulang kali, yaitu permasalahan di hulu, seperti penggundulan hutan, dan hal inilah yang menyebabkan sidementasi dan permasalahan ini tidak akan bisa selesai dengan penyelsaian hilir saja, karena permaslahan ini akan terus terjadi. Jika dihulu tidak diatasi terlebih dahulu.
” Jadi permasalah hulu yang harus diselesaikan terlebih dahulu, karena dihulu sudah terjadi penggundulan hutan besar-besaran, sehingga mengakibatkan sidemntasi, akhirnya jalan rusak, jadi sungai yang terbentuk bukan sungai alami yang ada disana ,tapi sungai yang terbentuk dari banjir ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Miq Iqbal menyinggung, Terkait budaya membakar lahan untuk membuka pertanian, Ia mengatakan banyak sekali faktor tidak hanya permasalahan pembakaran lahan saja, penerbitan sporadik-sporadik, yang ugal-ugalan didesa sehingga itu menjadi dasar penerbitan sertifikat.
“Jadi banyak hal, yang yang harus diselesaikan, dan kami akan tetap berkoordinasi dengan kepala daerah disana,” katanya.
Ia juga membahas Terkait jumlah kerugian yang ditimbulkan, ia menjelaskan belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah detail, intinya dampak dari banjir tersebut sangat besar karena masih proses dalam pendataan.
“Jadi kerugian belum bisa kita sebut, detailnya berapa, yang jelas anggaran sangat besar yang sudah kita siapkan,”imbuhnya.
Miq Iqbal juga mengaskan bahwa, Pemeprov sudah menyiapkan anggaran yang besar untuk menangani kasus yang serupa.
“Jadi kedepan kita investaikan, untuk memperbaiki kondisi hulu, supaya tidak menimbulkan permasalahan yang sama,” tegas mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu. (Wir/red).






