
Mataram(KabarBerita) – Kerusakan pada Monumen Tugu Mataram Metro mulai memantik kekhawatiran publik. Sejumlah pelat lapisan luar monumen berbahan aluminium composite panel (ACP) terlepas akibat cuaca ekstrem dan terpaan angin kencang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai tidak hanya merusak estetika ikon kota, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Letak monumen yang berada di jalur dengan lalu lintas padat membuat risiko semakin besar. Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, pelat yang terlepas dikhawatirkan jatuh dan mencederai pengguna jalan yang melintas.
Sorotan keras datang dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron. Ia mendesak Pemerintah Kota Mataram, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas.
“Sudah sepatutnya ini menjadi tanggung jawab SKPD terkait. Kalau dibiarkan, kerusakannya akan semakin merembet karena terpaan angin yang lumayan kencang. Segera OPD melakukan perbaikan terhadap lapisan Monumen Mataram Metro yang menjadi kebanggaan Kota Mataram. Jangan sampai jatuh korban dulu baru diperbaiki,” tegas Gufron.
Tak hanya soal perbaikan, Gufron juga mengkritisi aspek perencanaan pembangunan monumen tersebut. Ia menilai pemilihan material ACP sebagai lapisan luar menunjukkan lemahnya kajian teknis sejak awal.
“Kalau kita lihat, perencanaannya kurang matang. Tidak memikirkan kekuatan atau kualitas ACP yang digunakan. ACP ini kan hanya mampu bertahan sekitar lima sampai sepuluh tahun dan tidak tahan terhadap segala cuaca,” ujarnya.
Lebih jauh, Gufron mempertanyakan konsep dan tujuan pembangunan monumen yang prosesnya berlangsung sejak 2018 hingga 2022. Menurutnya, terjadi perbedaan signifikan antara desain awal dengan kondisi monumen yang terlihat saat ini.
“Ini memang perencanaan yang kurang matang dari monumen yang sampai sekarang saya juga belum jelas apa maksud dari pembangunannya sendiri. Kalau kita lihat dulu, dari perencanaan awal bentuknya tidak seperti yang sekarang,” tambahnya.
Dengan kondisi lapisan monumen yang mulai rusak dan kritik tajam dari legislatif, publik kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Mataram. Perbaikan cepat dan evaluasi menyeluruh dinilai penting agar ikon kota tersebut tidak berubah dari simbol kebanggaan menjadi sumber potensi bahaya.








