
MATARAM (KabarBerita) – Bencana Hidrometeorologi dan cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini, terbaru banjir bandang melanda Sumbawa dan Kabupaten Bima pada 29-30 Januari 2026 lalu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melaui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) menghimbau petani untuk melakukan langkah antisipatif sedini mungkin terhadap tanaman pangan, tanpa harus menunggu bencana hidrometorolgi dan cuaca ekstrim melanda. Serta dampak yang ditimbulkan, sehingga puso atau gagal panen tidak melanda daerah dan mampu memastikan persediaan makanan dalam keadaan kondusif.
Guna mengurangi serta meminimalisir kerugian yang diakibatkan cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi, Distanbun NTB juga menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum datangnya masa panen didaerah.
Sekretaris Distanbun Provinsi NTB, Ni Nyoman Darmilaswati mengatakan ada beberapa hal yang harus menjadi acuan guna antisipasi bencana yang berimplikasi terhadap hasil pertanian. Adapun langkah-langkah yang disiapkan diantaranya kesesuaian bibit (varietas), yang harus sesuai dengan perkiraan bencana yang akan dihadapi menjadi poin penting dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan.
“Menanam tanaman yang sesuai dengan jadwal iklim yang ada sekarang ini, petani harus lebih cerdas dalam memilih varietas sesuai dengan kondisi saat ini,”ujar Ni Nyoman Darmilaswati di ruangannya kepada KabarBerita pada, Senin (2/02/2026).
Selain menentukan jenis varietas tanaman, Ia juga menekankan petani untuk lebih memelihara jaringan irigasi, terutama di daerah persawahan supaya arus air, baik dalam kuantitas biasa atau dalam masa bencana, cepat mengalir ke daerah hilir atau daerah aliran sungai.
“Jadi kita minta kabupaten/kota untuk mendata jaringan-jaringan irigasi yang tidak layak, dan bisa kita usulkan ke pusat untuk melakukan rehabilitasi jaringan irigasi,”katanya.
Dikatakan juga selain kedua hal tersebut, yang tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan mesin air atau pompanisasi karena dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian terkait sudah ada bantuan yang diperuntukan untuk kabupaten/kota untuk diperuntukan sebagai alat sebar air ketika musim kering dan sedot air ketika ada bencana.
“Dari Kementerian membantu kabupaten/kota, yang kegunaannya selain sebagai pengambil air, juga sebagai penyedot air ketika volume air meningkat dipersawahan,”tambahnya.
Darmilaswati juga menghimbau petani dan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan didaerah-daerah yang menjadi pemicu bencana, dengan tetap melakukan pemebersihan dan pemantauan, terutama sekali yang berkaitan dengan jaringan irigasi, supaya bisa mempertahankan posisi pangan daerah.
“Tetap update data dari pihak terkait seperti BMKG guna kesiagaan dalam melakukan masa penanaman, dan penyesuaian varietas yang tepat,”imbaunya. (Wira/red).








