
Mataram(KabarBerita)— Penanganan sampah menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Mataram pada tahun kedua kepemimpinan pasangan HARUM. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan, fokus tersebut diarahkan pada pengelolaan yang lebih modern sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
“Pada tahun ini kami fokus pada pengelolaan sampah. Kami terus berupaya agar sistemnya berjalan lebih modern dan melibatkan partisipasi masyarakat. Di tahun kedua ini, perhatian saya memang kami arahkan ke sana,” ujar Mohan.
Ia mengakui, persoalan sampah kini bukan lagi isu lokal semata. Presiden, kata Mohan, berulang kali menekankan agar pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap pengelolaan sampah. Isu tersebut telah menjadi persoalan nasional dan terjadi hampir di seluruh daerah.
“Kota Mataram memang menghadapi persoalan sampah, tetapi masih bisa kita kendalikan. Ada sedikit gangguan, seperti pengangkutan dan pembatasan ritase, akibat kondisi TPA Regional Kebon Kongok yang sudah penuh. Namun secara umum, situasinya masih bisa kita tangani,” jelasnya.
Menurut Mohan, solusi jangka pendek hingga menengah sudah disiapkan. Salah satunya melalui skema sharing anggaran untuk penambahan landfill di TPA regional bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Dalam waktu dekat, landfill tambahan itu siap dioperasikan. Kami yakin setelah itu kondisi pengelolaan sampah akan kembali normal. Memang sifatnya belum permanen, tetapi masa tersebut akan kami isi dengan program-program pengurangan sampah dari hulu,” katanya.
Program pengurangan sampah dari tingkat bawah akan difokuskan pada inisiatif berbasis masyarakat, seperti program Tempah Dedoro dan sejumlah skema lain yang ditujukan untuk mereduksi volume sampah sebelum sampai ke TPA.
Kabar baik lainnya, Kota Mataram juga bersiap membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas lebih memadai. Mohan mengungkapkan, proses lelang proyek TPST dijadwalkan dimulai pada Maret mendatang.
“Lelangnya bulan Maret. Kita diberikan kapasitas 60 ton per hari berdasarkan kajian teknis dari Kementerian PUPR. Jika lebih besar dari itu, Kota Mataram dinilai belum siap memproduksi dan mengelola sampah dalam jumlah yang melampaui kapasitas tersebut di satu titik,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk mendukung pembangunan TPST tersebut.
“Kementerian PU menganggarkan sekitar Rp97 miliar untuk fisik TPST dan Rp4 miliar untuk perencanaan. Seluruh anggaran dan proses tender ditangani kementerian, sementara Pemkot Mataram menyiapkan lahannya,” jelas Nizar.
Saat ini, kata dia, proses masih berada pada tahap pengumpulan data sebagai dasar untuk memastikan perencanaan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Sekarang masih tahap pengumpulan data untuk memastikan perencanaannya,” tandasnya.







