
Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya memperkuat langkah penghematan energi sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Langkah efisiensi tersebut disampaikan langsung Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, di hadapan DPRD Kota Mataram dalam rapat paripurna.
Dalam rapat paripurna tersebut, Mohan menegaskan bahwa penghematan energi saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan global terhadap penggunaan energi serta meningkatnya beban anggaran daerah.
“Penghematan energi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di tengah kondisi global dan tekanan terhadap anggaran energi, kita dituntut untuk lebih efisien dan bijaksana,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Mataram mendorong aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat struktural, untuk mulai beralih menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi salah satu komponen belanja operasional cukup besar.
Menurut Mohan, penggunaan sepeda bukan sekadar imbauan, tetapi bagian dari strategi nyata penghematan energi yang harus diukur dampaknya secara jelas. Ia bahkan telah meminta Sekretaris Daerah untuk melakukan evaluasi dalam jangka waktu satu bulan.
“Saya kira kenapa kemudian saya meminta kepada ASN untuk bisa menggunakan sepeda adalah upaya kita untuk menghemat penggunaan BBM. Saya sudah meminta kepada Pak Sekda agar apa yang kita lakukan ini bisa berdampak dan punya tolak ukur. Satu bulan ke depan saya meminta dilakukan rekapitulasi berapa sebenarnya penghematan yang bisa kita lakukan terhadap ikhtiar yang saat ini kita laksanakan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut menuntut perubahan kebiasaan para pejabat yang selama ini terbiasa menggunakan kendaraan dinas. Dalam kondisi saat ini, seluruh jajaran pemerintah diminta berani keluar dari zona nyaman demi mendukung kebijakan efisiensi.
“Memang harus saya katakan kita harus keluar dari zona nyaman dengan kondisi ini. Maka secara spesifik saya sampaikan bahwa penggunaan sepeda bagi ASN, khususnya pejabat struktural yang menggunakan kendaraan dinas, beralih menggunakan sepeda ke kantor,” tegasnya.

Selain mendorong penggunaan sepeda, Pemkot Mataram juga mulai membatasi penggunaan kendaraan dinas untuk mobilitas pejabat. Untuk kegiatan di luar kantor, seperti menghadiri rapat di DPRD maupun undangan lainnya, mobilitas diarahkan menggunakan bus atau moda transportasi bersama.
Langkah tersebut dinilai sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi bahan bakar minyak sekaligus upaya menekan penggunaan kendaraan dinas secara berlebihan.
“Selain penggunaan sepeda, kami juga membatasi penggunaan kendaraan dinas untuk mobilitas para pejabat dengan memanfaatkan bus dan transportasi lainnya saat ada kegiatan rapat di luar kantor seperti menghadiri undangan rapat di dewan dan lain sebagainya. Dengan menggunakan transportasi bersama, penggunaan kendaraan dinas dapat ditekan,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah efisiensi tersebut, Pemerintah Kota Mataram berharap penghematan energi yang dilakukan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan belanja operasional daerah, khususnya untuk kebutuhan transportasi pejabat struktural.
“Mudah-mudahan ikhtiar yang kami lakukan ini bisa berdampak signifikan dan bisa mengurangi pemanfaatan anggaran daerah untuk operasional para pegawai, khususnya pejabat struktural di Kota Mataram,” pungkasnya.








