
Mataram, (KabarBerita) — Pertemuan forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kembali digelar di Medan Sumatra Utara, pada Sabtu (31/1/2026).
Pertemuan forum Rektor PTKIN kali ini fokus pada pembahasan evaluasi transformasi , strategi inovasi dan regulasi tata kelola kampus.
Pada hari kedua pertemuan diisi oleh Dirjen Pendis, Prof. Dr. H. Amien Suyitno dan Irjen Kemenag RI, Dr. H. Khairunas.
Topik yang diangkat adalah strategi re-branding dan rekrutmen calon mahasiswa baru PTKIN secara simultan dan terintegrasi. Re-branding bukan saja waktu PMB tetapi sepanjang waktu dengan mempromosikan distingsi dan ekselensi sebuah kampus.
“Karena persaingan kita tambah kompetitif baik dengan internal PTKIN juga dengan eksternal,” kata Direjen Pendis, Prof. Dr. H. Amien Suyitno dalam pemaparannya.
Isu lain yang disorot adalah perluasan kampus digital dengan Prodi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang merukan kebutuhan kekinian dan stand holder. Selain itu isu program Rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang ada regulasi di PTKIN dan Ma’had Ali.

Sementara itu Irjen Kemenag RI, Dr. H. Khairunnas tetap memberikan underline bahwa semua inovasi dan program penguatan kampus di lingkungan PTKIN harus berdasarkan regulasi yang ada. Karena itu merupakan instrumen tata kelola kampus menuju good university governance.
Irjen memberikan apresiasi kepada para rektor PTKIN yang terus mengupdate informasi tentang regulasi pengelolaan kampus.
“Berbagai literasi dan informasi tentang tata kelola kampus sangat sering kita lakukan dengan tujuan menanamkan nilai integritas, transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Kharunas juga mendorong kampus PTKIN untuk meningkatkan BLU kampus dengan skema partisipasi dengan multistakeholder dan Irjen siap memberikan pendampingan.
Ketua Forum Rektor PTKIN Prof Masnun Tahir, dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi atas materi yang disampaikan oleh para narasumber yang hadir dalam acara tersebut. Sebelumnya materi disampaikan oleh Direktur PTKIN, Prof Sahiron dan Sekretaris Dirjen, Prof Arskal Salim yang memberikan insightnya tentang evaluasi transformasi kelembagaan PTKIN dari Sekolah Tinggi menjadi Institut dan universitas.
“Dimensi yang perlu mendapatkan evaluasi adalah aspek kelembagaan, SDM, Tatakelola dan kinerja akademik maupun non akademik,” ujar Prof Arskal dan diperkuat oleh Prof Sahiron. (*)






