
Lombok Barat(KabarBerita) – Kejuaraan Kota (Kejurkot) BMX Racing 2025 resmi berakhir. Ajang yang digelar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Mataram dalam rangka memeriahkan HUT ke-32 Kota Mataram itu mempertandingkan 10 kategori dengan aksi seru para rider muda.
Tim GPX Community Racing School keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengoleksi 12 medali. Capaian tersebut melampaui hasil tahun lalu di Kejurda, di mana GPX hanya membawa pulang 7 medali.
Pelatih GPX Community Racing School, Alvian Damendra, mengaku bangga dengan peningkatan performa anak asuhnya.
“Alhamdulillah, kali ini GPX mencatat peningkatan luar biasa. Dari 7 medali di Kejurda tahun lalu menjadi 12 medali di Kejurkot 2025. Kejurkot ini sekaligus jadi ajang try out untuk persiapan kejuaraan dunia di Banyuwangi pada November mendatang, dan puncaknya Kejurnas 2026. Kami semakin percaya diri menghadapi event selanjutnya. Semoga anak-anak GPX bisa menembus level nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Meski demikian, Alvian menyoroti tantangan besar dalam pengembangan BMX di Kota Mataram, yakni keterbatasan fasilitas latihan.
“Latihan fisik maupun skill masih terkendala karena belum ada track memadai di Mataram. Harapan kami, ke depan bisa dibangun mini track agar atlet-atlet muda lebih leluasa berlatih,” tambahnya.
Ketua ISSI Kota Mataram, Abdurrahman, juga mengakui hal tersebut. Ia menilai tingginya animo generasi muda terhadap BMX perlu ditopang dengan sarana latihan yang layak.
“Kami berharap KONI dan Pemkot Mataram bisa memfasilitasi pembangunan mini track BMX di kota ini. Dengan begitu, para atlet tak perlu jauh-jauh berlatih ke luar daerah dan bisa mengembangkan bakatnya di rumah sendiri,” kata Abdurrahman.
ISSI Kota Mataram juga berkomitmen mendorong legislatif agar mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan fasilitas latihan BMX. Dengan adanya mini track, diharapkan lahir lebih banyak talenta muda yang mampu mengharumkan nama Mataram di kancah nasional maupun internasional.








