Sebanyak 11 Jamaah haji Asal NTB dilaporkan wafat di Tanah Suci

Mataram (KabarBerita) — Sebanyak 11 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun ini.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB berencana melanjutkan kunjungan takziah kepada keluarga para jemaah di sejumlah daerah.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kunjungan ke Kabupaten Lombok Timur setelah menyelesaikan agenda takziah kepada keluarga jemaah asal Lombok Tengah.

“Di Kabupaten Lombok Timur ada tiga jemaah yang wafat di Tanah Suci, yakni Hajjah Isniwat Isyum, Harun Al Rashid, dan Hajjah Mainah Subuh,” kata Lalu Amin.

Ia menjelaskan, kunjungan akan dilakukan di sela-sela proses pemulangan dan penyambutan jemaah haji yang kembali ke daerah asal.

Selain dari Lombok Timur, lima jemaah haji yang meninggal dunia berasal dari Pulau Sumbawa.

“Tiga jemaah berasal dari Kabupaten Bima, sedangkan dua lainnya dari Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Kunjungan takziah ke Pulau Sumbawa juga akan dijadwalkan. Meski demikian, pendampingan kepada keluarga telah lebih dulu dilakukan oleh kantor Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kabupaten.

“Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa sudah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan,” kata Lalu Amin.

Berdasarkan data Kemenhaj NTB, jumlah jemaah haji asal NTB yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini mencapai 11 orang.

Rinciannya, tiga orang berasal dari Lombok Tengah, tiga orang dari Lombok Timur, tiga orang dari Kabupaten Bima, dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa. (*)

  • Related Posts

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Mataram (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas…

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    Mataram (KabarBerita) – Ketua Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Dr. Zainul Majdi menyayangkan pernyataan anggota Komisi III DPR RI Abdullah yang menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil