
Mataram (KabarBerita) — Komunitas Peduli Inklusi dan Toleransi (KoPITol) NTB mengajak generasi Z menjadi pendukung utama berbagai program strategis pemerintah dengan tetap mengedepankan sikap kritis dan pengawasan yang konstruktif.
Ajakan tersebut disampaikan aktivis Reformasi 1998 sekaligus alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB), Khalid Zabidi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan MBG: Maju Bersama Gen-Z (Gen-Z Ga Cuma Nongkrong, Tapi Ikut Bangun Desa) yang digelar KoPITol NTB di Lombok, Sabtu (4/7).
Menurut Khalid, forum tersebut digagas sebagai ruang diskusi bersama generasi muda agar mereka dapat memahami sekaligus mendukung berbagai program pembangunan nasional secara positif dan optimistis.
“Kami bersama teman-teman KoPITol menyelenggarakan kumpul-kumpul bersama Gen-Z untuk mendukung secara positif dan optimistis kegiatan-kegiatan strategis pemerintah sehingga Gen-Z bisa menjadi kelompok masyarakat yang menjadi suporter utama program-program pemerintah,” katanya.
Ia mengakui pelaksanaan sejumlah program pemerintah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari persoalan tata kelola hingga kasus korupsi. Meski demikian, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghilangkan optimisme generasi muda terhadap pembangunan.
Khalid mengatakan sebagian besar program pemerintah baru berjalan sekitar satu hingga dua tahun sehingga hasilnya belum dapat dinilai secara menyeluruh.
Karena itu, ia mengajak Gen-Z tetap menjalankan fungsi pengawasan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
“Gen-Z harus selalu memantau, mengawasi, dan tetap kritis secara konstruktif karena negara demokrasi memberikan ruang untuk berbeda pendapat dan melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah,” ujarnya. (Red)





