
Lombok Barat (KabarBerita) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memuji kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal yang menurutnya berhasil membangun ekosistem pariwisata yang membuat kawasan Mandalika terus berkembang dan semakin kompetitif.
Bima Arya sapaanya mengatakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tepat memilih NTB sebagai lokasi penyelenggaraan rapat kerja karena NTB itu mampu menghadirkan banyak praktik baik (best practices) yang dapat menjadi inspirasi bagi para kepala daerah di Indonesia.
“Jadi sudah benar APPSI ini, Pak Ketua, memilih lokasi di sini karena banyak inspirasi dari sini, Saya senang ke sini karena selalu menyaksikan ada best practices yang menarik,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja APPSI di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Kamis (16/7/2026).
Bima Arya mengakui pernah mengunjungi Sirkuit Mandalika, dan sekarang ini adalah kedua kalinya, ia juga menyinggung suksesnya penyelenggaraan Pocari Run 2026 yang diikuti sekitar 9.200 peserta. Sebagai seorang pelari, ia mengaku memahami atmosfer yang dirasakan para peserta.
“Kemarin ada event Pocari yang diikuti oleh 9.200 peserta. Karena saya pelari, jadi saya tahu suasananya. Semua orang sangat senang,” ucapnya.
Selain itu, Ia menilai keberhasilan event tidak hanya didukung kondisi alam NTB yang memiliki cuaca nyaman dengan hembusan angin dari Australia, tetapi juga karena keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB membangun ekosistem pariwisata secara menyeluruh.
“Pak Gubernur sukses membangun ekosistem di sini, Jadi saat event-nya banyak, pilihannya juga banyak, Bisa ke Sembalun, bisa ke mana-mana. Banyak pilihannya, Ini namanya ekosistem,” jelasnya.
Bima menyebut konsep pembangunan ekosistem menjadi faktor utama keberhasilan daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata, karena masih banyak kepala daerah yang hanya fokus membangun destinasi tanpa memperkuat aspek pendukung lainnya.
“Banyak kepala daerah yang cenderung parsial, membangun destinasi, tetapi infrastrukturnya tidak, regulasinya tidak, sumber daya manusianya tidak, pendanaannya juga tidak. Jadi mari kita sama-sama belajar bagaimana membangun ekosistem,” katanya.
Ia bahkan menyebut NTB sebagai salah satu contoh terbaik dalam membangun ekosistem pariwisata di Indonesia.
“Di sini adalah one of the best menurut saya, Pak Gubernur mampu membangun ekosistem itu, Contohnya adalah Mandalika yang terus berjaya,” katanya.
Bima mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dirinya telah berkeliling ke 31 provinsi dan 155 kabupaten/kota, Dari pengalaman tersebut, ia menemukan banyak daerah yang memiliki infrastruktur megah, namun gagal berkembang karena tidak membangun ekosistem pendukung.
“Kalau kita datang ke sana, menyaksikan kemegahan pembangunan fisik masa lalu, tetapi karena manpower-nya dan ekosistemnya tidak dibangun, akhirnya mangkrak, kalah dan disalip,” jelasnya.
Sebaliknya, Mandalika di NTB justru terus melesat meski sempat dipandang belum berkembang dibandingkan sejumlah destinasi lainnya.
“Sekarang titik-titik yang dulu terlihat megah itu sudah kelihatan out of date. Mandalika kemudian melesat, Ini kembali lagi pada teori tadi, yaitu akumulasi dari kreativitas, inovasi, dan sumber daya manusia,” pungkasnya. (Red)





