FORWAN Dan AMSI NTB Kecam Mutasi Pejabat Digelar Tertutup Untuk Wartawan

MATARAM (KabarBerita) – Proses mutasi dan pelantikan sejumlah pejabat eselon di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar pada Rabu  (30/04/2025) siang di Pendopo Gubernur menjadi sorotan tajam, sebab pelantikan tersebut dilaksanakan secara tertutup dari peliputan media.

Pantauan media ini, para wartawan hanya diberi akses terbatas untuk mengambil gambar dari gerbang pendopo.

Sejak pukul 13.30 Wita sejumlah awak media sudah hadir di lokasi untuk melakukan peliputan. Namun, petugas pengamanan pendopo menyampaikan bahwa hanya pejabat yang dilantik dan tamu undangan tertentu yang diperkenankan masuk.

Para jurnalis hanya dapat mengambil gambar dan video dari kejauhan saat para pejabat datang memasuki area pendopo. Tidak ada keterangan resmi maupun penjelasan tertulis yang diberikan kepada media terkait alasan pembatasan ini.

Kondisi ini mengejutkan dan menuai kekecewaan dari kalangan wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan pemerintahan. Mereka menilai pembatasan ini mencederai prinsip keterbukaan informasi publik yang semestinya dijunjung tinggi oleh pemerintah daerah.

“Ini sangat disayangkan. Selama saya meliput di NTB, baru kali ini pelantikan pejabat dilakukan secara tertutup dari media. Biasanya kami dilibatkan, bahkan diberi siaran pers dan dokumentasi resmi. Tapi kali ini kami seperti tidak dianggap,” ujar Marham, ketua Forum Wartawan (Forwan) Pemprov NTB.

Kecaman juga datang dari Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah NTB, Hans Bahanan. Ia menyayangkan keras tindakan Pemprov NTB yang menutup akses media dalam pelantikan pejabat publik. Menurutnya, pembatasan ini bertentangan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan yang selama ini digaungkan.

“Pelantikan pejabat publik adalah peristiwa penting yang menyangkut pelayanan publik. Ini bukan urusan privat, melainkan hal yang patut diketahui masyarakat luas. Membatasi media untuk meliput kegiatan seperti ini menunjukkan kemunduran dalam praktik demokrasi dan keterbukaan informasi,” tegas Hans dalam pernyataannya.

Hans menambahkan, pemerintah daerah seharusnya melihat media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik, bukan sebagai pihak yang harus dibatasi.

“Media bukan musuh. Media hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan lengkap. Jika pelantikan pejabat saja ditutup-tutupi, publik bisa bertanya-tanya: ada apa di balik ini semua?” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi NTB mengenai alasan pelaksanaan mutasi yang dilakukan secara tertutup. Kejadian ini pun menjadi preseden baru di NTB dan memunculkan kekhawatiran akan potensi menurunnya akses informasi publik ke depan. (Sal).

  • Related Posts

    Tunggu Raperda BPP, Kadis Dikpora NTB Ingkatkan Penyelenggara Pendidikan Tidak Akali Dana BOS

    MATARAM KabarBerita)-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB saat ini tengah menunggu rampungnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Regulasi ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat…

    Libatkan Penulis, Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Ternama di NTB dalam Program Presean Lombok

    MATARAM (KabarBerita)–Tradisi tidak hanya hidup di arena, tetapi juga dalam cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semangat inilah yang melahirkan program “Napas Presean dalam Sandiwara Radio”, sebuah serial drama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota