
Mataram(KabarBerita) – Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kota Mataram belum dimulai, tapi tensinya sudah terasa. Panitia pelaksana kini bekerja ekstra untuk memastikan keabsahan dukungan dua calon ketua DPD II Golkar Kota Mataram H. Edy Sopyan dan Rino Rinaldi yang sama-sama mengklaim mendapat dukungan mayoritas suara.
Dalam proses pendaftaran yang digelar kemarin, keduanya mengklaim dukungan dari enam Pengurus Kecamatan (PK) dan satu suara dari DPD II Golkar Kota Mataram. Padahal, menurut aturan partai, satu pemilik suara hanya boleh memberikan dukungan kepada satu calon.
“Makanya kita harus uji keabsahan dukungan itu. Tidak boleh ada dukungan ganda,” ujar Sekretaris DPD II Golkar Mataram, Usman TS, Jumat (17/10).
Dari berkas yang diserahkan, H. Edy Sopyan membawa dukungan dari tujuh pemilik suara, enam PK dan satu dari DPD II Golkar Mataram. Sementara Rino Rinaldi datang dengan berkas lebih tebal, total 11 dukungan, termasuk dari Ormas Pendiri, Ormas yang Didirikan, serta DPD I Golkar NTB. Dan seperti ingin membuktikan keabsahan dokumen dukungan, Rino juga menghadirkan seluruh pengurus kecamatan saat melakukan pendaftaran.
Ketua Panitia Musda VI, Jana Hamdiana, menyebut pihaknya langsung melakukan verifikasi mendalam. Salah satu langkahnya adalah memanggil satu per satu pengurus kecamatan yang hadir untuk diklarifikasi soal arah dukungan mereka.
“Prosesnya belum tuntas. Kita masih butuh waktu untuk memastikan semuanya valid. Insya Allah besok (Sabtu, 11 Oktober) selesai,” ujar Jana kepada Kabar Berita, Jumat malam.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Panitia Musda, H. Salman, menegaskan bahwa hasil verifikasi baru akan diumumkan saat sidang Musda dibuka.
“Nanti akan disampaikan siapa yang memenuhi syarat dan siapa yang tidak. Bisa saja salah satu tidak lolos karena dukungan kurang dari ketentuan minimal 30 persen,” jelasnya.
Salman juga mengingatkan agar Musda Golkar Mataram tetap mengedepankan musyawarah mufakat, seperti yang telah dilakukan di enam kabupaten/kota sebelumnya.
Ia pun menepis isu adanya campur tangan pihak luar dalam proses Musda kali ini. “Tidak ada intervensi dari mana pun, baik dari DPD I maupun DPP. Panitia bekerja mandiri dan profesional,” tegasnya.
Sebagai informasi, total suara sah dalam Musda Golkar Mataram sebanyak 11 suara, terdiri dari enam PK, satu suara DPD I, satu suara DPD II, satu suara Ormas Pendiri, dan satu suara Ormas yang Didirikan. Satu suara milik Dewan Penasehat tidak digunakan karena ketuanya, almarhum H. Ahyar Abduh, telah meninggal dunia.








