
Mataram, (KabarBerita) — Himpunan Mitra Dapur Generasi Sehat (HMD-GEMAS) secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah dari 10 kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pelantikan tersebut digelar di Lombok Raya Hotel, Selasa (11/2/2026), dan menjadi momentum penting penguatan peran mitra dapur dalam mendukung program pemenuhan gizi serta ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, antara lain Kapolda NTB, Danrem NTB, Tenaga Ahli Menko Pangan RI, Sekretaris Jenderal HMD-GEMAS, serta para pimpinan pondok pesantren yang selama ini menjadi pengelola dapur SPPG di berbagai daerah NTB.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HMD-GEMAS NTB, Pasihin, M.M, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan awal dari pengabdian dan tanggung jawab besar kepada masyarakat.
“Amanah ini kami maknai sebagai tugas moral untuk hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata. Dapur-dapur SPPG adalah ujung tombak pelayanan sosial dan harus dikelola secara sungguh-sungguh, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Pasihin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum dan jajaran Pengurus Pusat HMD-GEMAS atas kepercayaan yang diberikan kepada pengurus wilayah NTB untuk mengelola dan mengoordinasikan aktivitas organisasi di daerah.
Pasihin memaparkan, saat ini setidaknya telah beropersi 659 dapur SPPG yang tersebar di berbagai kabupaten dan kecamatan di NTB Keberadaan dapur-dapur tersebut melayani 1.000.647 penerima manfaat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program gizi di lapangan. Menurutnya, dapur SPPG bukan sekadar tempat memasak dan distribusi makanan, melainkan ruang aktualisasi nilai kepedulian, gotong royong, serta pengabdian sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Dapur-dapur ini adalah denyut nadi pelayanan. Di sanalah nilai kemanusiaan dan solidaritas benar-benar diwujudkan,” katanya.
Lebih lanjut, Pasihin mengungkapkan bahwa pembangunan dapur SPPG membutuhkan investasi yang sangat besar dari para mitra. Untuk membangun satu dapur, rata-rata mitra menggelontorkan dana sekitar Rp1 hingga Rp2 miliar. Bahkan, terdapat mitra yang mengeluarkan investasi lebih besar.
“Kami memiliki mitra di Kabupaten Dompu yang membangun dapur dengan nilai investasi mencapai Rp4 miliar, karena fasilitasnya dibuat menyerupai hotel. Ini menunjukkan betapa besar komitmen mitra terhadap program ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, besarnya investasi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar kebijakan yang diambil tidak merugikan mitra yang telah berkorban besar demi keberlangsungan program.
Dari sisi ketenagakerjaan, Pasihin menyebutkan bahwa operasional dapur SPPG di NTB melibatkan 32.950 relawan dapur yang bekerja langsung di lapangan. Selain itu, terdapat 3.295 supplier yang menyuplai kebutuhan dapur setiap hari.
Keterlibatan sektor UMKM juga sangat signifikan. Jika setiap UMKM rata-rata mempekerjakan tiga orang, maka jumlah tenaga kerja UMKM yang terserap mencapai 9.285 orang. Dengan demikian, total tenaga kerja yang terserap dari aktivitas dapur SPPG di NTB saat ini mencapai sekitar 42.000 orang.
“Ini membuktikan bahwa dapur SPPG tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga berdampak ekonomi yang sangat besar,” tegasnya.
Namun di tengah capaian tersebut, Pasihin juga menyampaikan kegelisahan para mitra dapur terkait wacana penurunan grade dapur SPPG. Ia menyebut, jika dapur diturunkan ke grade B, nilai sewa hanya sekitar Rp4 juta, sedangkan grade 3 hanya Rp3 juta.
“Dengan investasi miliaran rupiah, tentu kondisi ini menimbulkan kegelisahan mitra. DPW akan memperjuangkan agar kebijakan yang diambil tetap adil dan berpihak pada keberlanjutan dapur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP HMD-GEMAS Dr. Drs. Yadiman, S.H., M.H. menegaskan bahwa pengurus wilayah memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan organisasi di daerah. Ia meminta agar seluruh pengurus menjaga
Integritas, transparansi, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Semntara itu perwakilan Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi atas kontribusi HMD-GEMAS dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor sosial, gizi masyarakat, dan ketahanan pangan. Pemprov berharap agar Seluruh Mitra dapur dan KA SPPG memperhatikan sumber Daya Komoditas lokal.
“ Jangan sampai dapurnya di NTB tapi Komoditas produknya dari luar daerah, kecuali tidak ada komoditas pangannya di NTB seperti susu,” Pintanya. (*)






