BRIDA NTB Usulkan SPPG Prioritaskan Penggunaan Bahan Pangan Lokal

Mataram, (KabarBerita) — Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH mengusulkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Satgas MGB Provinsi NTB agar memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal yang ada disekitar wilayah layanan dengan tetap memperhatikan kualitas bahan baku sehingga program MBG ini benar benar dapat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

Usulan tersebut disampaikan pada rakor Satgas MBG NTB dengan agenda penyelesaian standarisasi SPPG yang diharapkan rampung pada Juni 2026, di Ruang Rapat Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, pada Jumat (13/2).

Dalam Satgas MBG, BRIDA berkedudukan sebagai anggota Bidang Perencanaan dan Koordinasi Lintas Sektor.

Menurut Aryadi, penggunaan bahan pangan lokal sangat penting, selain berkontribusi untuk menghidupkan perekonomian dan tumbuhnya industry lokal, juga tersedia beragam potensi bahan pangan lokal yang berkualitas, bahkan NTB sudah dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

Berdasarkan data sementara, jumlah SPPG di Provinsi NTB tercatat sebanyak 531 unit dengan sasaran penerima manfaat mencapai 1.921.525 orang. Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian bersama, di antaranya keterlambatan distribusi, potensi kejadian luar biasa (KLB) seperti kasus keracunan makanan, serta masih adanya infrastruktur SPPG yang belum sepenuhnya memenuhi standar operasional. Untuk itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan pengawasan bersama Satgas kabupaten/kota dan pemangku kepentingan terkait

Selain itu Koordinator Pokja Sosial dan Kependudukan Lalu Suryadi, S.P., M.M. menambahkan bahwa variasi dan diversifikasi menu perlu menjadi perhatian, mengingat masih ditemukannya siswa yang kurang menyukai menu MBG. Peningkatan frekuensi monitoring dan evaluasi di setiap wilayah juga diusulkan, terutama pada tahap penyiapan makanan sebelum distribusi, sebagai respons terhadap keluhan masyarakat di lapangan.

Hasil evaluasi sementara menunjukkan sebanyak 21 unit SPPG di NTB telah menerima peringatan karena belum memenuhi persyaratan standarisasi yang ditetapkan. Langkah pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh unit dapat memenuhi standar yang berlaku. Melalui rakor ini, seluruh tim diharapkan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, meningkatkan komitmen terhadap standar mutu layanan, serta menjadikan evaluasi sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

Mataram (KabarBerita) – Bantuan keuangan sebesar Rp128 miliar akan dikucurkan untuk 257 desa dan kelurahan melalui Program Prioritas Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Yaitu Program Desa Berdaya. Sebanyak 40…

BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

“Semua riset dan inovasi ujungnya harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,”   Mataram (KabarBerita) —  Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu