
Mataram(KabarBerita)— Suasana berbeda terasa dalam pawai takbiran di Kecamatan Cakranegara tahun ini. Iring-iringan gema takbir tidak hanya diikuti umat Muslim, tetapi juga diramaikan kehadiran masyarakat lintas agama yang turut berbaur dalam semangat kebersamaan.
Kehangatan itu semakin terasa saat Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, secara langsung melepas peserta kafilah. Di hadapan warga, ia menilai momen tersebut sebagai gambaran nyata wajah toleransi yang tumbuh dan terjaga di Kota Mataram.
“Pawai takbiran yang diikuti oleh lintas agama di Kecamatan Cakranegara ini adalah cerminan Indonesia dalam kebhinekaan yang ada di Kota Mataram,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi takbiran kini tidak lagi sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi ruang sosial yang merangkul semua kalangan. Di dalamnya, masyarakat tidak hanya mengumandangkan takbir, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan saling menghormati.
Kehadiran Ketua PHDI NTB, I Wayan Karioka, bersama rombongan umat Hindu turut mempertegas kuatnya harmoni di tengah masyarakat. Mereka hadir, berbaur, dan ikut merasakan atmosfer kebersamaan di malam takbiran.
Bagi Abdul Malik, peristiwa ini bukan sekadar agenda tahunan. Sebagai legislator yang lama berkiprah di wilayah Cakranegara, ia melihatnya sebagai refleksi kehidupan sosial masyarakat yang telah lama terbangun dengan baik.
“Ini bukan hanya perayaan, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni yang telah terjalin. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Mataram yang harus dijaga bersama.
“Perbedaan adalah kekuatan kita. Kota Mataram sudah menunjukkan bahwa keberagaman bisa berjalan dalam suasana damai,” tegasnya.
Pawai takbiran di Cakranegara berlangsung tertib dengan pengawalan aparat serta partisipasi aktif masyarakat. Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan, menghadirkan suasana meriah yang tetap sarat dengan kekhidmatan.
Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, momen ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan masih menjadi denyut utama kehidupan masyarakat. Cakranegara kembali membuktikan bahwa harmoni bukan sekadar wacana, melainkan nyata dalam keseharian.








