
Mataram(KabarBerita)– Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram terus mengintensifkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor kesehatan. Hingga triwulan pertama tahun 2026, realisasi PAD yang dihimpun melalui seluruh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), baik puskesmas maupun Laboratorium Kesehatan Daerah, telah mencapai 25 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengungkapkan capaian tersebut menjadi indikator positif dalam mengejar target PAD tahun ini yang dipatok sebesar Rp28 miliar.
“Di triwulan pertama tahun 2026 ini realisasi PAD yang dikumpulkan melalui semua BLUD, baik puskesmas maupun laboratorium kesehatan, sudah mencapai 25 persen dari target Rp28 miliar. Jadi kami optimistis hingga akhir tahun target PAD bisa tercapai 100 persen, bahkan ada potensi pada perubahan APBD 2026 nanti target akan kita naikkan,” ujarnya.
Menurut Emirald, salah satu strategi utama yang saat ini difokuskan adalah peningkatan jumlah peserta kapitasi dari kalangan non-penerima bantuan iuran (non-PBI), khususnya dari sektor swasta. Upaya ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan layanan kesehatan tingkat pertama.
Ia mendorong seluruh puskesmas untuk aktif menjalin kerja sama dengan kantor-kantor swasta dan perusahaan yang berada di wilayah kerja masing-masing. Harapannya, seluruh karyawan di lingkungan perusahaan tersebut dapat terdaftar sebagai peserta kapitasi di puskesmas setempat.
“Saya mendorong teman-teman di puskesmas merekrut sebanyak-banyaknya peserta dari swasta. Kantor-kantor perusahaan yang bekerja sama dengan puskesmas kita harapkan semua karyawannya menjadi peserta kapitasi di masing-masing puskesmas,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Emirald, masih banyak pegawai swasta yang mendapatkan layanan di puskesmas setempat, namun kepesertaan kapitasi mereka tercatat di fasilitas kesehatan lain. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang yang perlu dioptimalkan.
Sebagai bentuk dukungan, Dikes Mataram juga melakukan inovasi layanan untuk mempermudah akses masyarakat, termasuk pelayanan rujukan secara daring dan layanan kesehatan yang dapat dilakukan langsung di lingkungan kantor.
“Kita permudah layanannya. Jika ada yang membutuhkan rujukan, tidak harus datang ke puskesmas, tetapi bisa dilayani secara online ataupun di kantor masing-masing,” katanya.
Selain penguatan kapitasi, optimalisasi PAD juga didukung dengan pengembangan layanan kesehatan di puskesmas. Saat ini, seluruh puskesmas di Kota Mataram telah membuka layanan poliklinik sore untuk meningkatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Laboratorium kesehatan daerah juga telah berjalan secara optimal, sementara layanan fisioterapi terus dikembangkan secara bertahap di sejumlah puskesmas.
“Semua sudah mulai, poliklinik sore berjalan, laboratorium kesehatan juga sudah on the track. Untuk fisioterapi di tahun 2026 ini masih ada beberapa puskesmas yang dalam tahap persiapan, tetapi sekitar 50 persen puskesmas di Mataram sudah melayani fisioterapi,” tambahnya.
Dengan berbagai inovasi layanan dan penguatan kerja sama dengan sektor swasta, Dikes Mataram optimistis kinerja PAD sektor kesehatan akan terus meningkat sepanjang tahun 2026, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.








