Mentri PKP Maruarar Sirait : Urus BPHTB dan PBG Rumah Sekarang Gratis

LOMBOK BARAT (KabarBerita)-Pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) digratiskan.

Hal tersebut disampaikan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dimana sebelumnya pengurusan BPHTB dan PBG berbayar. “Tadi sudah disampaikan kebijakannya BPHTB yang tadinya bayar, sekarang gratis. Ya, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga yang tadinya bayar, sekarang gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah,”jelas Ara sapaan akrabnya kepada awak media usai rapat dengan empat pimpinan paerah yaitu, Gubernur NTB, Maluku Utara, Maluku dan NTT bertempat disalah satu hotel dikawasan Segigi Lombok Barat pada, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ara, kebijakan tersebut merupakan wujud kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak ke Masyarakat. Hal ini bisa dari setiap regulasi yang dimunculkan. Disamping program prioritas nasional lainnya.

Lebih lanjut, dikatakan mantan politikus PDI Perjuangan, selain gratis, waktu dalam pengurusan juga dipangkas, sebelumnya masyarakat mengurus sempai 45 hari, sekarang hanya 10 hari. Bahkan di beberapa daerah seperti Surabaya, Gianyar, Sumedang, itu lebih tidak lebih dari satu jam. “Jadi prosesnya relatif singkat, yang dulunya sebulan lebih, sekarang bisa sepuluh hari,” tambahnya.

Selanjutnya, Ara juga membeberkan sejumlah kebijakan Presiden RI, khususnya dibidang perumahan, melalui program bedah rumah rakyat yang tidak layak huni menjadi layak huni, dimana tahun lalu sebanyak 45.000, sedangkan tahun ini menjadi 400.000 Rumah.

“Jadi tahun lalu 45 ribu rumah sekarang 400 ribu, Kenaikannya besar sekali,”bebernya.

Ara juga menyatakan pengalokasian tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Mendagri yang merupakan Kepala Badan Pengelola Perbatasan, 15 ribu rumah di daerah perbatasan, seperti batas Papua dengan Papua Nugini, Kalimantan Barat dengan Malaysia, Sulawesi Utara di ujung itu dengan Filipina, Kepulauan Riau Aceh dengan Malaysia. “Jadi itu bagaimana rumah-rumah rakyat kita direnovasi, diperbaiki, dibedah, sehinga layak huni,”tutupnya. (Wira/Sal/red).

  • Related Posts

    Wagub NTB: Karya Kreatif NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    MATARAM (KabarBerita)-Gelaran Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026 ditutup dengan optimisme baru bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif daerah. Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan produk lokal NTB mendapat respons positif…

    Utang Lunas, Era Baru Pelayanan RSUP NTB Dimulai

    MATARAM (KabarBerita)-Setelah bertahun-tahun menjadi beban yang ikut menekan ruang gerak pelayanan rumah sakit, utang kontraktual Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB senilai Rp91,45 miliar akhirnya tuntas diselesaikan. Pelunasan tersebut…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Mentri PKP Maruarar Sirait : Urus BPHTB dan PBG Rumah Sekarang Gratis

    Mentri PKP Maruarar Sirait : Urus BPHTB dan PBG Rumah Sekarang Gratis

    Mendagri Tekankan Persatuan dan Kesatuan, Menteri PKP Puji Program Presiden Prabowo Berpihakan ke Rakyat

    Mendagri Tekankan Persatuan dan Kesatuan, Menteri PKP Puji Program Presiden Prabowo Berpihakan ke Rakyat

    Diduga Dibunuh, Kasus Tewas Mahasiswi Unram Dilimpahkan ke Satreskim

    Diduga Dibunuh, Kasus Tewas Mahasiswi Unram Dilimpahkan ke Satreskim

    Pengamat Politik : Figur Muda Dr. Gema Dinilai Mampu Kembalikan Kejayaan Demokrat NTB

    Pengamat Politik : Figur Muda Dr. Gema Dinilai Mampu Kembalikan Kejayaan Demokrat NTB

    DLH Kota Mataram Bantah Gedung Bank Sampah Kebon Talo Terbengkalai, Tunggu TPST Beroperasi

    DLH Kota Mataram Bantah Gedung Bank Sampah Kebon Talo Terbengkalai, Tunggu TPST Beroperasi

    Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing

    Flyer Penculikan Anak Hoaks, Pemprov NTB Minta Warga Jangan Terpancing