
Lombok Tengah, (KabarBerita) – Anggota Komisi IX DPR RI, H.M Mu’azzim Akbar menegaskan jika anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu anggaran pendidikan.
Hal itu disampaikan Mu’azzim menjawab tudingan sejumlah pihak yang menganggap bahwa anggaran pendidikan dipotong untuk kepentingan program MBG.
Menurutnya anggaran pendidikan memiliki ruang tersendiri dan tidak terganggu oleh program MBG yang saat ini sedang dijalankan diseluruh Indonesia.
“Anggaran pendidikan itu tidak ada sedikitpun yang kita kurangi, bahkan jumlahnya kita tambah,” jelasnya seusai melakukan sosialisasi dalam rangka mendukung program MBG di Desa Bujak Batukliang Lombok Tengah, Senin (16/2/2026).
Selain itu, Mu’azzim juga mamastikan bahwa tidak ada pemangkasan dana bantuan operasional sekolah maupun beasiswa prestasi kepada para pelajar.
“Kita beruntung ada anggota Komisi X DPR RI dari NTB Lalu Hadrian Irfani sehingga beasiswa SMP, SMA, hingga yang kuliah untuk NTB aja tak kurang dari 250.000 siswa yang menerima manfaatnya,” ungkapnya.
Dikatakannya juga, Penyaluran dana bantuan tersebut menjangkau seluruh elemen institusi pendidikan mulai dari sekolah umum hingga berbagai pondok pesantren tanpa memandang latar belakang organisasi keagamaan yang menaungi lembaga tersebut.
“Artinya tidak ada program atau anggaran pendidikan yang kita kurangi sedikitpun untuk program Makan Bergizi Gratis ini,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyinggung skema distribusi MBG pada saat bulan suci Ramadhan. Ia mengatakan bahwa seluruh siswa tetap akan mendapatkan hak mereka secara proporsional, termasuk bagi pelajar yang tidak beragama Islam.
“Bagi siswa yang beragama Hindu, Kristen, maupun Buddha tetap kita berikan jatah makan bergizi seperti biasa,” katanya.
Dijelaskannya, Pemerintah telah merancang skema pendistribusian makanan pada waktu sore hari khusus bagi para santri dan murid muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa agar kualitas asupan gizi mereka tetap terjaga dengan baik.
“Menunya akan kita sesuaikan dengan kebutuhan berbuka, mungkin ada tambahan kurma atau kolak di dalamnya,” terangnya. (Red)





