Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Mataram(KabarBerita)— Senjata politik untuk mengamankan anggaran pusat sebenarnya ada di tangan Pemerintah Kota Mataram. Jalur ke kementerian terbuka, dukungan DPR RI memungkinkan, bahkan secara politik Wali Kota berada satu partai dengan pimpinan DPR RI dari daerah pemilihan Lombok. Namun hingga kini, penanganan abrasi pantai Kota Mataram tetap jalan di tempat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: Pemkot Mataram benar-benar berniat atau tidak?

‎Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PKS, Ismul Hidayat, menilai lambannya progres penanganan abrasi sangat disayangkan. Apalagi sebelumnya sempat beredar informasi bahwa program tersebut akan masuk dalam tahun anggaran 2026, sebelum akhirnya bergeser tanpa kejelasan.

‎“Di Badan Anggaran kami bahkan sudah datang langsung ke Bappenas untuk menanyakan peluang pendanaannya. Informasi yang kami terima, Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk Kota Mataram tahun 2026 nol, khususnya untuk kegiatan fisik. Ini jelas kami sesalkan. Artinya, lobi yang dilakukan belum maksimal,” ujar Ismul.

‎Dengan tertutupnya jalur TKD, menurut Ismul, satu-satunya harapan realistis berada pada kementerian. Namun jalur tersebut, kata dia, tidak akan bergerak tanpa keseriusan Pemkot Mataram dalam menyiapkan dan mengawal usulan secara resmi.

‎“Kami dari Fraksi PKS sudah mengomunikasikan program Pemkot ini ke anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Pak Abdul Hadi. Bahkan kami ajak turun langsung melihat kondisi pantai. Tapi semua itu tidak akan berarti apa-apa kalau Pemkot tidak menindaklanjuti ke kementerian,” tegasnya.

‎Ismul menekankan, DPR RI tidak mungkin memasukkan sebuah program jika tidak ada usulan resmi dari kementerian terkait. Karena itu, sikap menunggu dinilai hanya akan memperpanjang stagnasi.

‎“Ini butuh goodwill. Pemkot harus memastikan program ini masuk dalam usulan kementerian dan dibawa ke pembahasan bersama DPR RI. Tidak bisa setengah-setengah, apalagi menunggu,” katanya.

‎Secara politik, Ismul menyebut posisi Pemkot Mataram sebenarnya sangat kuat. Pemerintahan kota saat ini dipimpin Partai Golkar, sementara salah satu pimpinan DPR RI juga berasal dari Golkar dan dari dapil Lombok.

‎“Kalau ini benar-benar dijadikan prioritas, saya yakin sangat mungkin diwujudkan. Dengan keberadaan pimpinan DPR RI dari dapil Lombok dan satu partai dengan wali kota, rekomendasi prioritas pembangunan, khususnya pencegahan abrasi pantai, sangat terbuka,” ujarnya.

‎Namun peluang politik tersebut dinilai tidak diimbangi kesiapan teknis. Salah satu hambatan utama adalah belum disusunnya dokumen lingkungan. Pemkot berdalih belum ada lampu hijau dan anggaran penyusunan dokumen cukup besar.

‎Ismul menilai alasan itu tidak logis jika abrasi memang dianggap persoalan mendesak. Terlebih, penanganan pantai menyangkut keselamatan wilayah dan ribuan warga pesisir, serta melibatkan lebih dari satu kementerian, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan.

‎“Sebesar apa pun anggaran dokumen lingkungan, kalau ini prioritas, seharusnya tidak jadi masalah. Banyak program lain yang bisa dinomorduakan. Jangan yang tidak prioritas justru dianggarkan, sementara yang menyangkut keselamatan warga malah ditunda,” tegasnya.

‎Ia juga mengkritik pola pengajuan program yang hanya mengandalkan proposal tanpa dokumen penunjang dan tanpa pengawalan berkelanjutan.

‎“Tidak bisa modal tawakal. Ajukan proposal tanpa dokumen, lalu tidak dikejar,” kata Ismul.

‎Menurutnya, jika Pemkot Mataram benar-benar serius, seluruh prasyarat penanganan abrasi sepanjang 9,1 kilometer garis pantai bisa disiapkan dan dikawal hingga ke pusat.

‎“Senjata politiknya ada, jalurnya terbuka, pengawalan DPR RI memungkinkan. Sekarang tinggal satu hal, Pemkot punya niat atau tidak?” pungkasnya.

  • Related Posts

    Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Desak Audit Bangunan Sekolah Pascainsiden Atap SMAN 7 Roboh

    ‎Mataram(KabarBerita)— Robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram memicu perhatian serius dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman. Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram…

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    ‎Mataram(KabarBerita)- Pemerintah Kota Mataram mulai memperketat ekspansi ritel modern di wilayah Kota Mataram. Sejumlah pengajuan rekomendasi untuk pembukaan gerai baru bahkan ditolak sebagai bentuk pembatasan terhadap menjamurnya toko modern di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota