Asosiasi Ternak Curhat Tata Kelola Sapi ke Gubernur Iqbal

MATARAM (KabarBerita) – Perwakilan sejumlah asosiasi peternak menyampaikan curahan hati soal tata kelola sapi dari Pulau Sumbawa. Mereka datang untuk meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan kebijakan peduli peternak.

Ketua Persatuan Pedagang Hewan Indonesia (Pepehani) Kabupaten Bima Taufik mengatakan, saat ini PCR (Polymerase Chain Reaction) pada sapi masih dilakukan di Provinsi Bali.

“Kami kehabisan waktu kalau harus PCR di Bali. Sementara masa berlakunya terbatas,” keluhnya, Senin (14/4).

Dijelaskan, PCR ini digunakan untuk mengidentifikasi penyakit, mengidentifikasi pemalsuan, dan mengidentifikasi gen. Ia pun meminta ada peraturan gubernur (Pergub) terkait soal PCR sapi.

“Supaya tidak perlu mahal-mahal PCR ke Bali. NTB butuh mengeluarkan Pergub mengenai PCR Sapi ini. Ini harapan dari para peternak,” sambungnya.

Taufik melanjutkan, batas izin PCR terlalu cepat hanya 14 hari, ia berharap waktu tetsebut dapat ditambah. Supaya sapi yang akan dikirim ke daerah tidak terkatung-katung di jalan.

“Kalau belum sampai ke daerah tujuan, kami harus siapkan rumput. Tambah lagi ongkos operasional sapi,” ujarnya.

Hal lain, ujarnya, ia meminta terkait perizinan juga berlaku cepat. Antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB dapat melayani secara cepat.

“Perizinan di provinsi memakan waktu 4 hari sampai satu minggu. Bila dipercepat satu dua hari,” pintanya.

Terakhir, ia berharap Gubernur NTB menunjuk orang yang tepat di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Harus ada orang yang paham peternakan.

“Perputaran uang di kabupaten Bima, puluhan bahkan ratusan miliar dari sapi. Kerja sama ini mohon dilancarkan,” harapnya.

Mendapat segala keluhan ini, Gubernur Iqbal langsung meminta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riadi menyederhanakan proses pengeluaran izin sapi. Sementara terkait PCR, secepat mungkin akan dia tandatangani.

“Pergub (PCR) besok akan langsung saya tanda tangan,” ucapnya.

Iqbal memastikan, pemerintah Provinsi NTB akan memudahkan segala tata kelola peternakan, tentu tetap mengacu peraturan yang ada. Ia pun meminta peternak tidak risau.

“Pokoknya bapak-bapak semua tenang saja. Pasti dibantu,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini selain Pepehani asosiasi ternak yang hadir, ada Appsi, Gapehani, Maporina. Ada juga perwakilan dari Hipmi NTB.(*)

Related Posts

Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi, NTB Percepat Revisi Tata Ruang

MATARAM (KabarBerita)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus…

NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

Mataram (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Usai Dominasi Porprov, FHI Mataram Genjot Pembinaan Hoki Lewat Ekstrakurikuler Sekolah

Usai Dominasi Porprov, FHI Mataram Genjot Pembinaan Hoki Lewat Ekstrakurikuler Sekolah

Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi, NTB Percepat Revisi Tata Ruang

Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi, NTB Percepat Revisi Tata Ruang

Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

Cabor Hoki Porprov NTB Resmi Berakhir, Mataram Juara Umum ‎

Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

Geledah Kantor PT AMGM, Tim KPK Bawa Satu Kardus Besar dan Koper

PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

PAN Siap Kawal Program Kerja Pemda Lobar Dibawah Pimpinan Ummi Nurul Adha

Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM

Hingga Magrib, KPK Masih Geledah Kantor PT AMGM