
Mataram(KabarBerita)— Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram menggelar kegiatan bedah buku The Spark Between Us karya penulis lokal yang telah menembus pasar nasional, Vira Safitri. Kegiatan yang digelar bersama Komunitas Kumpul Baca Kota Mataram ini menjadi momentum awal sinergi pemerintah dan komunitas dalam menghidupkan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, M. Charnoto, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat terasa sejak awal kegiatan. Sekitar 87 anggota Komunitas Kumpul Baca yang tergabung dalam grup WhatsApp aktif terlibat dalam diskusi. Bedah buku yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam itu pun berjalan dinamis, dengan interaksi yang intens antara penulis dan peserta.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap penulis lokal, sekaligus menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk berani menuangkan gagasan melalui tulisan,” ujar Charnoto. Ia menilai, kebiasaan membaca yang tumbuh di komunitas literasi dapat menjadi pintu lahirnya penulis-penulis baru di Kota Mataram.
Charnoto menambahkan, melalui kegiatan semacam ini generasi muda didorong agar tidak hanya terpaku pada gawai, tetapi mampu menyalurkan ide dan kreativitasnya secara produktif. Melihat tingginya minat dan partisipasi peserta, pihaknya berencana menjadikan bedah buku sebagai agenda rutin, baik triwulanan maupun periodik lainnya, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi penulis lokal yang telah memiliki karya.
Sementara itu, Vira Safitri menilai kegiatan bedah buku yang diselenggarakan pemerintah daerah ini menjadi ruang literasi yang sangat bermanfaat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membuka pemahaman baru terhadap isi buku, tetapi juga mendorong dialog yang hangat sekaligus kritis antara penulis, komunitas, dan pemerintah. “Ini menunjukkan perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi pusat pertukaran gagasan dan penguatan budaya literasi. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar literasi benar-benar tumbuh sebagai gerakan bersama, bukan sekadar agenda institusional,” tuturnya.








