BKAD NTB Tepis Isu Soal Gaji P3K PW yang Belum Cair dan Anggaran TPP

MATARAM (KabarBerita)-Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim, angkat bicara terkait informasi belum cairnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3K PW) dan anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Nursalim menghimbau semua pihak untuk memverifikasi dan memvalidasi data dan tidak asal bicara. Terkait adanya gaji P3K PW yang belum dibayarkan gajinya.

Ia mengatakan terkait adanya keluhan gaji tersebut, yang belum cair sejak pelantikan, ia menegaskan bahwa masalahnya ada dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menampik jika instansi yang dipimpinnya itu, disebut sengaja menahan hak pegawai.

“Tanya OPD mana yang belum bayar? Jangan bilang rata-rata, sebut OPD-nya. Kenapa belum diajukan? berarti masih proses pengajuan di OPD. Yang mengajukan itu OPD,” ujar Nursalim seusai menghadiri acara di Pendopo Tengah Gubernur NTB pada, Selasa (10/02/2026).

Nursalim menyebutkan, jika ada dinas yang belum menerima, hal itu kembali lagi pada proses pengajuan di internal dinas terkait.

Selain itu Nursalim juga menyinggung ke persoalan TPP, Ia menegaskan jika tidak ada lagi ruang diskusi untuk kenaikan di tahun anggaran 2026. Menurutnya, pembahasan sudah final dalam APBD.

“TPP sudah close diskusinya karena sudah selesai di APBD. Penyesuaian itu harusnya tahun lalu saat pembahasan RKPD, KUA-PPAS. Sekarang tinggal jalan proses pembayaran,”tegasnya.

Nursalim juga menyebut peluang penyesuaian tetap terbuka untuk tahun anggaran 2027. Saat ini, Biro Organisasi tengah mengkaji beban kerja masing-masing OPD sebagai dasar penentuan nilai TPP ke depan.

“Sesuai arahan pimpinan, akan dilihat OPD mana yang beban tugasnya besar dan prioritas mendukung visi-misi kepala daerah. Itu sedang dikaji,”sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Nursalim juga meluruskan informasi mengenai nilai total TPP yang menyentuh angka Rp 840 miliar. Ia meminta media dan masyarakat merujuk pada data resmi.

“Siapa bilang begitu?. Jangan katanya, lihat data dulu. TPP kita itu sekitar Rp 200-an miliar. Kok sampai Rp 800-an? Coba baca lagi datanya,” tepisnya.

Nursalim juga menyatakakan bahwa TPP bukanlah belanja wajib, tetapi tunjangan yang diberikan berdasarkan kemampuan daerah dan kinerja pegawai. Ada enam komponen yang menentukan, mulai dari beban kerja hingga kelangkaan profesi..

“Kita dorong TPP ini sebagai kontribusi meningkatkan kinerja, sehingga pelayanan publik meningkat dan PAD bisa besar. Itu timbal baliknya. Jangan salah kutip,”tutupnya. (red).

  • Related Posts

    Dedikasi dan Pengabdian Sosok Dr. Lutfah Rahayu, SH. MH dalam Meramu Lahirnya Perda di Provinsi NTB

    Setiap Peraturan Daerah (Perda) di Provinsi NTB yang dicetuskan. Tidak lepas dari tangan dingin sosok Dr. Lutfah Rahayu, SH. MH, salah satu Analisis Kebijakan Bagian Perda Provinsi NTB. Doktor muda…

    Mengalami Hipotermia, Seorang Pendaki Bukit Savana Dandaun di Evakuasi

    LOMBOK TIMUR (KabarBerita)-Tim SAR gabungan evakuasi seorang warga yang mengalami hipotermia di Bukit Savana Dandaun, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Minggu (5/7/2026). Operasi SAR bermula ketika Kantor SAR Mataram menerima…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

    Tarif TPU di Mataram Segera Berlaku, Pemkot Siapkan Regulasi dan Layanan Pemakaman Modern

    Tarif TPU di Mataram Segera Berlaku, Pemkot Siapkan Regulasi dan Layanan Pemakaman Modern

    KNPI NTB Gelar Rapimpurda Bahas Persiapan Musda dan Konsolidasi OKP

    KNPI NTB Gelar Rapimpurda Bahas Persiapan Musda dan Konsolidasi OKP

    Perkuat Diplomasi Investasi, Pemprov NTB Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko

    Perkuat Diplomasi Investasi, Pemprov NTB Bidik Kerja Sama Strategis dengan Maroko

    Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

    Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

    Wamendagri Bima Arya sebut Gubernur NTB sukses Bangun Ekosistem Pariwisata 

    Wamendagri Bima Arya sebut Gubernur NTB sukses Bangun Ekosistem Pariwisata