BRIDA NTB Dorong Inovasi Daerah Menuju Paten yang Bernilai Ekonomi

Mataram, (KabarBerita) – Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan Diseminasi Paten dengan tema “Dari Inovasi Daerah Menuju Paten yang Bernilai Ekonomi” yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (KEMENKUM) NTB yang bertempat di Senggigi Ballroom Aston Inn pada Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual, khususnya paten, sebagai instrumen strategis pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Perguruan Tinggi, Perangkat Daerah (PD) kabupaten/kota, SMK, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO). Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di NTB.

Dalam paparannya, Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan materi yang bertajuk “Kebijakan Riset dan Inovasi Provinsi NTB: Paten sebagai Instrumen Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”. Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah 2025–2029 menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung visi NTB Makmur Mendunia.

Ia menegaskan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai melalui penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Produk-produk hasil riset dan inovasi perlu didorong untuk memperoleh pelindungan paten, sehingga memiliki kepastian hukum dan nilai tambah ekonomi. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat terhubung (link and match) dengan dunia industri dan pasar.

Lebih lanjut, Kepala BRIDA NTB, Putu Aryadi menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Sinergi lima unsur ini diyakini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem inovasi yang produktif dan berdaya saing.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan jumlah permohonan dan perolehan paten di wilayah NTB dapat meningkat secara signifikan pada tahun 2026. Peningkatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi NTB sebagai daerah inovatif, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi menuju NTB yang benar-benar makmur dan mendunia. (*)

Related Posts

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira