BRIDA NTB Fasilitasi Diskusi Kolaborasi Riset untuk Pengembangan Pakan Lokal Berkualitas

Mataram, (KabarBerita) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB memfasilitasi diskusi program kerja sama antara CV. Joza Inti Berkah dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Dinas Perindustrian, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Peternakan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong kolaborasi riset terapan untuk memperkuat sektor agribisnis lokal.

Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., yang menekankan pentingnya pendekatan evidence-based dalam merancang kerja sama. “Konsep kerja sama ini harus berbasis riset atau riset terapan agar mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi di lapangan,” tegasnya dalam pengantar diskusi.

Founder CV. Joza Inti Berkah, Muhamad Johan Amin, memaparkan profil Joza Farm sebagai salah satu pelaku usaha yang telah mengembangkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi atau Integrated Agribusiness Closed-loop System di NTB. Usaha ini membentang dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi bahan baku hingga pengolahan pakan ternak dan pakan ikan, dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di Pulau Lombok.

Saat ini, CV. Joza Inti Berkah dikenal sebagai salah satu produsen pakan ternak sapi dan pakan ikan yang mengandalkan bahan-bahan lokal dengan harga terjangkau namun tetap menjaga kualitas. Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas mesin dan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, CV. Joza telah mencatat sejumlah capaian signifikan seperti peningkatan bobot sapi muda hingga mencapai kategori “super”.

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam diskusi ini adalah produksi pelet atau pakan ikan. Selama ini Joza farm telah berhasil merintis usaha produksi pelet dimana bahan bakunya (tepung ikan) sebagian masih didatangkan dari Jatim. Masalah lain yang masih menjadi kendala produksi adalah keterbatasan fasilitas mesin produksi serta bahan baku tepung ikan masih bergantung dari luar daerah, padahal NTB sendiri memiliki potensi bahan baku ikan untuk diolah menjadi tepung sebagai bahan baku pelet cukup besar.

Permasalahan ini disepakati sebagai fokus utama untuk ditindaklanjuti bersama melalui sinergi riset, dukungan inovasi teknologi permesinan dan pendampingan inkubasi bisnis lintas sektor.

BRIDA NTB dalam tahap awal ini memberikan pendampingan dan dukungan inovasi teknologi mesin pengering, mesin pelet, conveyor dan sistem hilirasi lainnya dalam konsep kemitraan dan kerja dengan stakeholder terkait serta kelompok usaha masyarakat, hingga kelompok ini mandiri dan berkembang menjadi usaha yang produktif dan kompetitif.

Usai diskusi, Gde langsung mengajak semua peserta diskusi melihat langsung mesin-mesin yang dibutuhkan yang tersedia di ruang Workshop BRIDA NTB. Ia berharap hasil dari diskusi ini dapat langsung dikembangkan dan ditindaklanjuti dilapangan dalam bentuk proyek riset dan inovasi serta hilirasi yang kolaboratif yang berdampak langsung bagi penguatan sektor perikanan dan peternakan NTB, sekaligus mendukung kemandirian pakan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

  • Related Posts

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Lampiran : Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tertanggal 30 Desember 2025 #46

    H. Abdul Hadi Minta Pemerintah Siaga di Jalur Rawan Bencana Saat Mudik Lebaran di NTB

    Mataram, (KabarBerita) – Anggota Komisi V DPR RI daerah pemilihan NTB II (Pulau Lombok) H. Abdul Hadi menyoroti sejumlah titik rawan bencana yang perlu mendapat perhatian di momentum arus mudik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

    DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

    Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

    Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

    Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

    Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

    Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

    Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu

    Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu