
Mataram(KabarBerita) – Rasia Arya Putra (12), siswa kelas VI SDN 5 Ampenan, tak kuasa menahan haru saat satu per satu teman sekelasnya datang menjenguk. Di tengah kehilangan rumah dan perlengkapan sekolah akibat terjangan gelombang pasang pada Rabu malam lalu, kehadiran sahabat-sahabat kecilnya menjadi penguat di hari-hari sulit yang sedang ia lalui.
Sejak rumahnya hancur diterjang gelombang pasang, Rasia terpaksa menumpang tinggal di rumah tetangga. Dua hari terakhir, ia pun tak bisa bersekolah. Bukan karena tak mau, melainkan karena seluruh perlengkapan sekolahnya, seragam hingga buku pelajaran, ikut hanyut terbawa air rob. “Hanyut semua, tidak ada yang tersisa,” ucap Rasia lirih.
Namun duka itu perlahan terobati ketika teman-teman sekelasnya datang membawa empati dan bantuan. Mereka memberikan perlengkapan sekolah, termasuk seragam, sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa Rasia. “Saya senang sekali, jadi merasa tidak sendirian,” kata Rasia dengan mata berkaca-kaca.
Di balik musibah besar yang menimpanya, Rasia masih menyimpan rasa syukur. Dengan suara bergetar, ia mengatakan bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat. “Yang penting keluarga saya tidak ada yang jadi korban,” ujarnya sambil meneteskan air mata.
Wali kelas Rasia, Made Resini, mengatakan bahwa kunjungan tersebut murni inisiatif para siswa, bukan arahan guru. Setelah ibu Rasia menghubungi pihak sekolah dan membagikan kondisi rumahnya melalui grup WhatsApp, anak-anak langsung bersepakat mengumpulkan sumbangan dan menjenguk teman mereka.
“Anak-anak sendiri yang berinisiatif. Begitu melihat foto rumah Rasia yang rusak parah, mereka langsung bergerak. Kemarin Rasia izin tidak masuk sekolah karena tidak punya pakaian dan perlengkapan, dan ternyata memang benar-benar habis,” tutur Made.
Ia berharap peristiwa ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa, terutama tentang empati dan kepedulian terhadap sesama. “Luar biasa anak-anak ini. Mereka menunjukkan rasa peduli yang tinggi. Ini pelajaran berharga tentang kemanusiaan dan bagaimana saling menguatkan di tengah musibah,” pungkasnya.







