
LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Bencana alam cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 10.00 WITA.
Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, puting beliung berdampak pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Pringgarata, Batukliang Utara, Praya, dan Pujut. Di Kecamatan Pringgarata, tepatnya di Dusun Glogor, Desa Pemepek, tercatat empat kepala keluarga terdampak dengan empat unit rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Sementara di Kecamatan Batukliang Utara, bencana melanda Dusun Pesantek, Desa Seteling, dan Dusun Reban Baru, Desa Aik Beriq. Masing-masing lokasi mencatat satu kepala keluarga terdampak dengan satu unit rumah rusak. Selain itu, satu unit fasilitas pendidikan di Desa Aik Beriq juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Sedangkan di Kecamatan Praya, puting beliung merusak satu unit rumah warga di Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, dengan satu kepala keluarga terdampak. Hal serupa terjadi di Kecamatan Pujut, tepatnya di Dusun Sunggalin, Desa Bangket Parak, yang mengakibatkan satu rumah warga rusak dan satu kepala keluarga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin menyampaikan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah serta stakeholder terkait. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Tengah juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dampak bencana serta pendataan kerusakan. “Penanganan awal telah dilakukan dan kondisi di lapangan saat ini dilaporkan sudah kondusif,” ujar Sadimin, dalam laporannya yang diterima KabarBerita, Sabtu (24/1/2026) malam.
Dalam upaya penanganan lanjutan, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak meliputi pemenuhan logistik serta bantuan perbaikan rumah. Penanganan bencana turut melibatkan unsur BPBD Kabupaten Lombok Tengah, TNI/Polri, serta aparatur desa dan kecamatan setempat.
BPBD Provinsi NTB juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah NTB saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian daerah berada pada periode puncak. Potensi hujan berintensitas tinggi pada dasarian III Januari 2026 berisiko memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. (red).





