
Mataram, (KabarBerita) – Pembangunan Bunker Kedokteran Nuklir di Lingkup Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB batal akibat gagal tender.
Direktur RSUP NTB dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan Bahwa pembatalan ini dikarenakan program ini dikhawatirkan akan jadi masalah di kemudian hari.
“Ini kan menggunakan DAK, dan Badan Pengelola keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah memberikan saran, Program ini sudah lewat tahun, daripada jadi masalah ya kita cancel,” terangnya.
Lebih lanjut dr. Jack mengatakan, meski pembangunan bunker kedokteran nuklir ini sudah pada proses tahap lelang I dan sudah ada pendampingan dari Kejaksaan, tapi pihaknya tidak berani menindaklanjuti karena khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Memang kita butuh ini, tapi lagi-lagi inikan sudah lewat tahun, dan kita takutnya ini jadi masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Untuk Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membangun fasilitas pendukung Krusial Berupa gedung bunker kedokteran nuklir di RSUP NTB. Program ini khusus untuk menunjang Layanan kemoterapi dan radioterapi wabilkhusus penyakit kanker.
Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek ini senilai Rp 10 M, sebagaimana dikutip dari situs resmi LPSE NTB, Dana tersebut bersumber dari DAK fisik Bidang kesehatan dan KB reguler penguatan sistem kesehatan serta APBD – DAK Provinsi NTB tahun anggaran 2025, dan dalam rancangannya bangunan ini akan dibangun dibawah tanah. (red)






