
MATARAM (KabarBerita) – Kanker menjadi ancaman penyakit yang paling mematikan terutama sekali penyakit Kanker payudara dan kanker serviks yang menempati urutan atas penyebab kematian pada wanita di NTB.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dikes P2KB) Provinsi NTB, dr. Hamzi Fikri menyampaikan, meski penyakit Kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara tidak masuk dalam kategori penyakit tidak menular, tapi ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya seperti genetik, perubahan gaya hidup. Serta adanya radikal-radikal bebas yang menjangkit. “Makanan, gaya hidup kita yang juga sudah berbeda. Sebelum-sebelumnya kita banyak bergerak, sekarang kita kurang gerak,” ujar Fikri sapaan akrabnya di Mataram kemarin.
Menurut Fikri yang juga menjabat Plt. RSUD Provinsi NTB ini, Kanker masuk daftar 10 besar dan banyak ditemukan di NTB. Dan untuk kategorinya Kanker masuk dalam penyakit KJSU, yaitu Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi. Penyakit KJSU. Serta berdasarkan data BPS, lima penyakit tertinggi yang ditemukan di NTB yaitu TBC, HIV/AIDS, Kusta, Malaria, dan DBD. “Karena kasus kanker kita sekarang sudah cukup tinggi ya. Maksudnya dalam kategori KJSU tadi, yang kategori penyakit katastropik yang memang tinggi kasus kita. Makanya sekarang kita sudah punya radioterapi,” terangnya
Langkah antisipasi yang dilakukan Dinas Kesehatan P2KB NTB, dengan menggalakkan program deteksi dini (IVA Test untuk kanker serviks dan Sadanis/Mamografi untuk kanker payudara) di puskesmas-puskesmas karena sebagian besar pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam stadium lanjut.
Sebagai langkah nyata Pemerintah Pusat juga melalui, Kementerian Kesehatan RI sejak tahun 2023 telah mengembangkan model skrining baru dengan metode SADANIS (pemeriksaan klinis) yang dikombinasikan dengan USG (Ultrasonografi) payudara.
Kebijakan ini didukung dengan, pemenuhan alat USG di layanan primer (Puskesmas), peningkatan kapasitas dokter umum dalam penggunaan USG untuk deteksi dini, serta integrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pendekatan ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional, yang menekankan pentingnya skrining 14 penyakit penyebab kematian tertinggi, termasuk kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) di Indonesia. (Wira/red).








