
MATARAM (KabarBerita)-Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Provinsi NTB, memastikan bahwa transisi kepemimpinan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mengganggu ritme pembangunan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Perkim NTB, Budi Herman menegaskan pihaknya kini memprioritaskan sinkronisasi sumber daya manusia dan pergeseran anggaran guna menjaga stabilitas kinerja organisasi.
Budi sapaan akrabnya menilai ketiadaan pejabat definitif bukan menjadi alasan hambatan program kerja dilapangan. Ia optimis Instansi tersebut tetap menempuh langkah paralel melalui pematangan konsep agar seluruh agenda tetap berada pada jalurnya. “Nggak menghambat, karena belum ada definitifnya kita sambil paralel jalan perencanaan,” ujarnya usai mengikuti agenda di Pendopo Tengah Gubernur NTB. Pada Selasa (10/02/2026).
Budi menjelaskan bahwa skema kerja simultan itu sebagai katalis percepatan eksekusi, dan segera setelah pemerintah menetapkan keputusan administratif tingkat pimpinan. Langkah tersebut sangat krusial untuk mencegah kekosongan aktivitas fisik di tengah tahun anggaran yang terus berjalan. “Nanti kalau sudah diputuskan kan bisa saja langsung jalan,”jelas Budi.
Budi juga menyatakan keyakinan penuh bahwa agenda kerja tetap terjaga meski muncul keraguan publik mengenai potensi keterlambatan proyek. Optimisme tersebut itu berdasarkan pada kesiapan dokumen teknis yang sudah tim persiapkan sejak lama. “Nggak, yakin lho,” tegasnya.
Pihaknya juga memiliki keyakinan penuh, Ia menganggap penilaian berbeda merupakan suatu hal yang wajar, meskipun ada yang menyampaikan analisis risiko keterlambatan, karena waktu sudah memasuki bulan Februari. Dia mengakui dengan matangnya perencanaan menjadi benteng utama dalam mengawal setiap progres pembangunan di Nusa Tenggara Barat.
“Lah itu kan analisanya sampeyan bukan saya, kalau saya optimis toh karena perencanaannya sudah matang,” terangnya.
Terkait kepastian pejabat definitif, Budi mengibaratkan situasi ini dengan fenomena hilal yang masih memerlukan proses observasi serta proses lebih lanjut. Penataan struktur ini akan melengkapi kesiapan teknis yang saat ini sudah berada pada tahap penyelsaian. (red).






