
Mataram, (KabarBerita) – Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan salah satu syarat, ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ingin beroperasi, dalam menyediakan makan bergizi gratis (MBG) bagi penerima manfaat.
Terkait hal tersebut Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG NTB, Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa sudah ada SPPG yang sudah mengantongi SLHS dan yang lain sedang berproses.
“SLHS sudah ada di 49 SPPG, dan itu nantinya bertahap, dan ini kewenanagn Dinas kesehatan (Dikes), dan ini sudah jalan semua, semua sppg sudah daftar termasuk kami dorong untuk sertifikat halalnya,”terang AKA (sapaan akrabnya), Selasa, (15/10) kemarin.
AKA juga mengatakan bahwa daerah yang meiliki insiatif yang bagus dalam mempercepat proses SLHS itu ada di 2 daerah di NTB, yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat.
“Yang bagus progressnya kota mataram dan KSB, karena mereka sudah mengundang sppg dan Dikes untuk mempercepat prosesnya,” ujarnya.
Dia juga menambahkan Meskipun belum mendapatkan SLHS, SPPG tetap bisa beroperasi dengan syarat kebersihan dan kesehatannya harus terjamin sembari menunggu SLHS.
“Karena ada pengawasan dari satgas, BGN, Dikes, POLRI dan TNI,”imbuhnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa SLHS targetnya bulan oktober, dan Dia sedang mengupayakan itu, tapi kemungkinan yang tidak terkejar SLHS adalah sppg yang baru operasi.
“Akhir september ada 311 sppg, sekarang sudah 349 yang ada, dan yang 38 ini yang baru, dan belum dapat pelatihan penjamah dan yang sudah dapat pelatihan 311 sppg, tetapi mereka tetap didorong secara mandiri memberikan pelatihan kepada lembaga yang ditunjuk oleh Dikes untuk pelatihan penjamah itu,” ujarnya.
Dikatakanya juga bahwa Jumlah SPPG yang ada di NTB 623 unit, dengan yang jumlah yang sudah beroperasi 349, dan
Penerima manfaat sppg 1.041.000 lebih baik, ibu hamil, ibu menyusui, sekolah dari tingkat TK sederajat sampai dengan SMA sedearjat, dan Tenaga kerja yang diserap dari 349 sppg ini adalah 13.000 lebih. (red)






