
“Ibu Sari Yuliati adalah sosok pemimpin yang mampu memadukan ketegasan dengan kebijaksanaan, pengalaman dengan semangat pembaruan, serta idealisme dengan kerja nyata,”
Mataram (KabarBerita) — Terpilihnya Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Sari Yuliati dinilai sebagai figur yang memiliki pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan membangun komunikasi dan kebersamaan di tengah keberagaman kader. Rekam jejak yang dimiliki Sari Yuliati dipandang mampu menjaga semangat perjuangan Kosgoro 1957 sekaligus menghadirkan inovasi dan pembaruan yang dibutuhkan organisasi.
Hal itu disampaikan anggota DPRD NTB Fraksi Golkar, Megawati Lestari menyusul terpilihnya Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Golkar Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031.
Megawati juga menilai terpilihnya Sari Yuliati juga mencerminkan harapan besar seluruh kader agar PPK Kosgoro 1957 semakin solid, produktif, dan berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Ibu Sari Yuliati adalah sosok pemimpin yang mampu memadukan ketegasan dengan kebijaksanaan, pengalaman dengan semangat pembaruan, serta idealisme dengan kerja nyata. Kepemimpinan beliau diharapkan dapat semakin memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kaderisasi, dan membawa Kosgoro 1957 menjadi organisasi yang semakin maju, modern, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Megawati Lestari di Mataram.
“Selamat atas amanah yang diberikan. Semoga di bawah kepemimpinan Sari Yuliati, PPK Kosgoro 1957 semakin kokoh sebagai organisasi kader yang melahirkan gagasan, karya, dan pengabdian terbaik untuk Indonesia,” sambungnya memberikan ucapan selamat.
Dikatakan Mega, Kosgoro 1957 telah terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam melahirkan kader-kader terbaik Partai Golkar. Di bawah kepemimpinan Ibu Sari Yuliati, harapan semakin besar agar organisasi ini terus tumbuh menjadi kekuatan kaderisasi yang modern, solid, dan produktif, serta mampu mencetak generasi pemimpin yang visioner, berkarakter, dan siap mengabdikan diri untuk kemajuan Indonesia. (*)







