Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

Mataram(KabarBerita)– Keberagaman yang menjadi wajah Kota Mataram kembali ditegaskan sebagai modal utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras, dan budaya, nilai moderasi beragama dinilai menjadi kunci untuk merawat harmoni sosial yang selama ini terjaga.

‎Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, saat menerima kunjungan Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, H. Agus, bersama dosen UIN Mataram Zakaria Ansori di Pendopo Margapati Wakil Wali Kota Mataram, Kamis (11/6).

‎Dalam pertemuan tersebut, Mujiburrahman menekankan bahwa karakter masyarakat Kota Mataram yang majemuk harus terus dijaga sebagai kekuatan pembangunan. Menurutnya, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan aset berharga yang dapat memperkuat persatuan jika dikelola dengan baik.

‎Ia mengaitkan hal tersebut dengan visi pembangunan Kota Mataram, yakni Mataram HARUM (Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri) yang diusung Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, bersama dirinya sebagai wakil wali kota.

‎Menurut Mujiburrahman, setiap unsur dalam visi HARUM saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Harmoni menjadi pondasi utama yang melahirkan rasa aman di tengah masyarakat. Dari kondisi yang aman, akan tumbuh sikap ramah, saling menghormati, dan semangat gotong royong yang pada akhirnya melahirkan keunggulan serta mendorong kemandirian masyarakat.

‎“Tanpa harmoni tidak akan tercipta rasa aman. Tanpa rasa aman, masyarakat sulit membangun hubungan yang ramah dan saling mendukung. Dari suasana yang harmonis, aman, dan ramah itulah lahir berbagai keunggulan yang kemudian mendorong kemandirian,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, Pemerintah Kota Mataram memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh warga secara adil tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kelompok sosial. Karena itu, nilai-nilai moderasi beragama terus didorong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat dan tata kelola pemerintahan.

‎Menurutnya, moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan menempatkan keyakinan tersebut dalam bingkai penghormatan terhadap perbedaan.

‎“Moderasi beragama yang kami pahami adalah tetap teguh dalam keyakinan, tetapi bijak dalam pergaulan. Kuat dalam prinsip, namun santun dalam menghargai perbedaan. Dengan cara itulah kehidupan beragama di Kota Mataram dapat berjalan harmonis, aman, dan saling menguatkan,” tegasnya.

‎Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa menjaga kerukunan di tengah keberagaman merupakan agenda penting bagi Pemerintah Kota Mataram. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, pendekatan moderasi beragama dinilai menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempertahankan stabilitas daerah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

  • Related Posts

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Mataram(KabarBerita)– Isu LGBT kembali menjadi perhatian di Kota Mataram. Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi NasDem, Sitti Fitriani Bakhresyi, menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat tidak cukup…

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mataram(KabarBerita)– Suasana sore di kawasan bersejarah Taman Mayura terasa berbeda pada Rabu (10/6). Di tengah kemegahan arsitektur peninggalan masa lalu, puluhan peserta mengikuti sesi yoga yang dipadukan dengan kampanye pelestarian…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan