
“Ini merupakan simakrame/silaturrahim pertama dengan semeton Hindu. Banyak hal yang kita diskusikan,”
Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan Lombok Tengah 8, Lalu Pelita Putra turun menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses yang digelar di sejumlah titik di dapilnya.
Reses yang berlangsung sejak 5 – 12 Juni tersebut menyasar berbagai wilayah dan kelompok masyarakat yang ada di wilayah Selatan Lombok Tengah.
Menariknya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menggelar reses di komunitas Hindu yang ada di Bilebante Banjar Krame Pure Dalam Jenggale.
“Ini merupakan simakrame/silaturrahim pertama dengan semeton Hindu. Banyak hal yang kita diskusikan,” ujar Lalu Pelita Putra saat dihubungi kabarberita, Rabu (10/6).
Reses di komunitas Hindu digelar Lalu Pelita Putra didampingi anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, H. Ikhsan. Karenanya segala usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh komunitas Hindu ditempat tersebut akan diatensi sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Terhadap usulan yang menjadi kewenangan Kabupaten ditangani H. Ikhsan. Sementara terhadap usulan-usulan yang boleh ditangani Provinsi, kami yang atensi, baik itu infrastruktur jalan, kelengkapan banjar dll,” pungkasnya.
Miq Pelita sapaan akrab Lalu Pelita Putra telah mengunjungi sejumlah desa untuk berdialog dan bertemu langsung dengan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD NTB ini menegaskan bahwa <span;>seluruh masukan atau aspirasi warga akan menjadi bahan perjuangan di DPRD NTB untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang muncul cukup beragam sesuai karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Miq Pelita, persoalan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi, jalan lingkungan dan jalan tani, serta bantuan permodalan usaha masih menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat.
Miq Pelita menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun selama masa reses itu akan dibawa ke DPRD NTB untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat yang disampaikan dalam forum reses tersebut.
“Setiap aspirasi yang masuk akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Tujuan utama reses adalah memastikan suara masyarakat benar-benar sampai dan menjadi bagian dari proses pembangunan daerah,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat terutama dari kalangan komunitas Hindu yang ada di Bilebanten. Karena dinilai menjadi sarana efektif untuk menyampaikan berbagai persoalan dan harapan warga secara langsung kepada wakil rakyat. (Red)







