
Mataram (KabarBerita) – Puncak pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Lombok akan segera berakhir itu terlihat dengan sudah masuknya jamaah Kloter 12 yaitu kloter terakhir asal Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa dan Dompu yang rencananya akan di berangkatkan besok (17/5) dari bandara ZAM menuju ke tanah suci.
Terlepas dari itu kepala Badan Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Suparlan menjelaskan ada 5 jamaah yang dinyatakan gagal berangkat untuk melaksanakan ibadah Haji pada tahun ini ,1 orang karena hamil muda, 2 orang masih dirawat di Rumah sakit, dan 2 orang lagi dinyatakn Tubercolosis positif (TB +).
“Jadi pada pelaksanaan ibadah haji kali ini 5 jamaah dinyatakan gagal berangkat ke tanah suci, ada yg masih dalam masa perawatan, hamil dan ada yang TuberColosis positif ( TB+),” ungkap Suparlan, Jum’at (16/5).
Suparlan juga menambahkan bahwa dari semua kloter, yaitu 1 sampai kloter 11, yang berada di Tanah Suci, ada 1 jamaah yang meninggal dunia.
“Ada 1 jamaah yang meninggal dunia dari 11 kloter yang sudah ada di Tanah Suci,” pungkasnya.
Sedangkan 1 jamaah yang pernah masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur sudah dijemput oleh petugas dan akan bergabung dengan kloter 12.
“1 jamaah yang masuk RSJ dari Kabupaten Lombok Timur sudah di jemput oleh PPIH Embarkasi Lombok tadi pagi dan tergabung dalam kloter 12 untuk diberangkatkan bersama dan jamaah ini terkena demensia (sering lupa di karenakan faktor usia) ” katanya.
Ruslan juga menghimbau kepada semua JCH Embarkasi Lombok untuk banyak-banyak minur air putih, makan buah dan hindari sengatan matahari yang terlampau panas karena suhu di Saudi Arabia rata-rata 40 derajat©.
“Kami menghimbau kepada semua jamaah Embarkasi Lombok jaga kesehatan karena sebentar lagi puncak Haji, perbanyak minum air putih, makan buah-buahan, olahraga ringan di sekitaran hotel dan kurangi ibadah sunnah untuk meminimalisir resiko pada acara puncak Haji, karena puncak Haji adalah Arofah,” tutupnya. (Wira)






