
Mataram, (KabarBerita) – Anggota DPRD Provinsi NTB dari PDI Perjuangan, Abdul Rahim angkat bicara perihal dugaan adanya dana siluman di gedung Udayana yang dihembuskan mantan anggota DPRD NTB, Najamudin Mustafa.
Sebagai anggota dewan baru di Udayana, pria yang akrab disapa Bram ini mengaku secara pribadi sangat terganggu dengan isu tersebut.
“Menyikapi isu-isu yang berkembang belakangan ini terkait praktek (politik) yang tidak sehat, isu adanya uang siluman yang beredar di dewan. Saya pribadi terus terang sangat terganggu,” ucap Abdul Rahim kepada Wartawan, pada Minggu (13/7).
Ia meminta pimpinan DPRD NTB segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan isu tersebut agar tidak liar dan menjadi fitnah, serta mencoreng nama baik lembaga DPRD NTB ditengah situasi masyarakat NTB yang sedang berduka.
“Saya disini berharap pimpinan DPRD NTB tidak diam atas isu ini. Ini nama lembaga loh yang kita pertaruhkan, kepercayaan rakyat ini. Tolong pimpinan tanggapi isu ini, dan ambil sikap. Kita malu sama masyarakat yang sedang berduka,” tegas Bram.
Bram mengungkapkan bahwa diinternal DPRD sendiri diakui terjadi kegaduhan atas isu tersebut. Karena akibat ulah dari segelintir anggota dewan, kemudian semua kena getah, nama lembaga menjadi sorotan publik. Bahwa secara pribadi Bram juga merasakan akibatnya atas beredarnya isu bagi-bagi uang siluman tersebut.
“Makanya kita minta pimpinan menyikapi ini, pimpinan jangan diam. Inikan isunya sudah melebar kemana-mana, seolah ada kesepakatan jahat antar ekskutif dan legislatif. Saya ini banyak mendapat dijapri (dihubungi) teman-teman, minta dibagi lagi duit silumannya. Kan ngeri sekali tuduhan ini,” katanya.
Diketahui dari sejak isu ini mulai mencuat beberapa pekan lalu, sampai dengan saat ini empat orang pimpinan DPRD Provinsi NTB tidak satupun pernah memberikan tanggapan terkait isu dugaan adanya bagi-bagi uang siluman di gedung Wakil rakyat Udayana tersebut.
Hal lain yang membuat Bram merasa sangat tersinggung yakni adanya ancaman dari mantan anggota DPRD NTB periode 2019-2024, H Najamuddin Mustopa yang akan melaporkan dugaan bagi-bagi uang siluman tersebut Aparat Penegak Hukum (APH) jika tidak ada klarifikasi dari pimpinan DPRD. Najamuddin sendiri mengaku sudah mengantongi bukti, data dan terduga pelaku yang membagikan uang siluman tersebut.
“Terus terang saya tersinggung sekali diancam-ancam akan dilaporkan ke APH. Kalau memang benar silahkan lapor saja, biar ini terang benderang, tidak sekedar jadi isu-isu. Kan pak Najamuddin mengaku punya data, punya nama, ya silahkan saja laporkan ke APH,” tegasnya.
Menurutnya, ketimbang menjadi fitnah lebih baik dugaan tersebut dilaporkan saja dan diusut APH sehingga permasalahannya menjadi terang benderang. Bahkan Bram sendiri siap dan bersedia untuk menjadi orang pertama yang akan diklarifikasi APH.
“Sekali lagi kalau saya silahkan saja laporkan ke APH, demi menjaga nama baik lembaga, saya sendiri sangat terbuka APH masuk, dan saya siap menjadi orang pertama yang akan di klarifikasi,” tandasnya. (Red)






