Kritisi Sikap Najamudin, Presiden Kasta NTB LWH : Kok Setelah Jadi Pengangguran Jadi Kritikus?

Mataram, (KabarBerita) – Presiden Kasta NTB, Lalu Munawir Haris gerah dengan “kicauan” Najamudin Mustafa yang getol mengkritisi pengelolaan dana pokir DPRD NTB 2025 seperti yang termuat di sejumlah media.

Najamudin Mustafa yang merupakan mantan anggota DPRD NTB dua periode dengan lantang menuding ada dugaan skandal bagi-bagi “uang siluman” yang bersumber dari dana pokir DPRD NTB 2025. Akibatnya sejumlah anggota DPRD NTB yang tertuduh terlibat dalam dugaan skandal itu harus berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Menurut Lalu Munawir Haris sikap kritis Najamudin itu tidak relevan karena yang bersangkutan sudah tidak duduk lagi sebagai anggota legislatif.

“Kalau suara keluar dari eks (mantan) itu nggak menarik. Saat dia berkuasa (jadi legislatif) kok pura-pura buta-tuli,” kritik pria yang akrab disapa Lalu Wink Haris ini, Jum’at (25/7).

“Coba cari rekam jejak kekritisannya (Najamudin) saat jadi dewan, mana ada?,” cetusnya.

Ia menilai sikap kritis yang ditunjukkan Najamudin setelah tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan itu “basi” dan mengarah pada pembodohan publik.

“Basi kalau mereka sok kritis setelah tidak lagi berkuasa. Sudahlah jangan kita terus dibodohi ulah oknum seperti Najamudin itu,” serunya lantang.

LWH juga mempertanyakkan sikap kritis Najamudin selama dua periode menjadi anggota DPRD NTB. Suaranya hampir tak pernah terdengar untuk menyuarakan kepentingan rakyat.

“Saat berkuasa berapa banyak dia bersuara soal rakyat? Kok setelah jadi pengangguran jadi kritikus?,” tanyanya kritis.

“10 tahun berlalu suara kritismu mana tuan?,” sambungnya.

Lebih jauh LWH membandingkan sikap kritis Najamudian saat tidak berkuasa dengan para aktivis yang biasa mengadvokasi masyarakat, yang tetap kritis dalam situasi atau kondisi apa pun.

“Jauh lebih terhormat para aktivis yang selalu kritis saat kenyang dan lapar, daripada oknum bekas pejabat publik seperti Najamudin ini yang ribut karena urusan perut,” kritiknya tajam.

“Kita rakyat jelata ribut karena lapar itu hal wajar jangan seperti mantan pejabat publik kayak dia itu yang ribut setelah jadi rakyat jelata,” sambungnya lagi.

LWH meminta masyarakat agar jangan dibodohi oleh oknum elit apa lagi mantan elit seperti Najamudin Mustafa yang tampil seperti pahlawan kesiangan.

Kalian sadar jangan mau diperbodoh oknum elit apalagi mantan elit. Kok sekarang tampil jadi pahlawan? Kalian hanya kritis saat kepentingan isi perut kalian belum terpenuhi,” seru LWH.

Penulis : Dedy Supiandi

Related Posts

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Mataram, (KabarBerita) – Dugaan penerimaan dana siluman 15 anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjadi perhatian publik. Meski demikian, dari sudut pandang hukum pidana, pertanggungjawaban terhadap para wakil…

Muscab PKB Sumbawa, Muhibban Tekankan Penguatan Struktur dan Penegasan Garis Perjuangan

Sumbawa, (KabarBerita) — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Kamis (16/4), di Hotel La Grande. Muscab yang dihadiri oleh perwakilan DPW…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Dibawah Kepemimpinan Lalu Iqbal, Tiga Kementetian Apresiasi Capaian Kinerja Pemprov NTB

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pakar Hukum Unram Prof Amir Nilai 15 Anggota DPRD NTB Tak Dapat Dipidana

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

Muscab PKB Sumbawa, Muhibban Tekankan Penguatan Struktur dan Penegasan Garis Perjuangan

Muscab PKB Sumbawa, Muhibban Tekankan Penguatan Struktur dan Penegasan Garis Perjuangan

Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

Rakerda PWI Lombok Tengah Jadi Ajang Konsolidasi

Rakerda PWI Lombok Tengah Jadi Ajang Konsolidasi