Camat Cakranegara Bangga Terlibat dalam Film “Meno Gawek, Meno Dait”

Mataram (KabarBerita)- Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soerati, mengaku bangga sekaligus terharu dapat terlibat sebagai salah satu pemeran dalam film berjudul “Meno Gawek, Meno Dait”. Menurutnya, film ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi senjata baru dalam perang melawan narkoba dan judi daring.

“Film ini menyuguhkan cermin realitas yang dihadapi anak-anak muda—tentang kehilangan arah akibat tekanan ekonomi, putus sekolah, dan kerusakan keluarga karena narkoba serta judi online,” ujarnya.

Irfan mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film ini didorong oleh keinginannya untuk memberikan dukungan nyata terhadap gerakan positif di kalangan anak muda. Awalnya ia mengira hanya akan terlibat dalam satu atau dua adegan, namun ternyata proses syuting berlangsung intens selama satu minggu penuh.

“Meski cukup melelahkan, saya merasa ini adalah kontribusi kecil yang bisa saya berikan. Ini bukan hanya soal akting, tapi bentuk nyata dukungan terhadap perubahan positif,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat, khususnya para pemuda yang aktif di berbagai komunitas kreatif. Menurutnya, hal-hal kecil yang dulunya mungkin dianggap remeh, kini bisa menjadi karya luar biasa yang membawa dampak besar bagi lingkungan sekitar.

“Banyak potensi tersembunyi yang sebelumnya tidak terlihat, kini mulai bermunculan lewat berbagai bentuk kreativitas. Komunitas seperti Cakranegara Creative Community (CCC) menjadi ruang positif bagi anak muda untuk berkarya, berekspresi, dan saling menginspirasi,” katanya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa film “Meno Gawek, Meno Dait” merupakan salah satu karya terbaru dari CCC yang menyuarakan keresahan nyata di tengah masyarakat. Film ini menyoroti fenomena yang akrab dengan kehidupan generasi muda, seperti maraknya judi online, penyalahgunaan narkoba, dan godaan gaya hidup instan.

“Pesan yang disampaikan dalam film ini sangat relevan dan faktual. Ini menjadi ajakan bagi semua pihak untuk peduli dan ikut terlibat dalam upaya pencegahan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tanpa partisipasi dan kepedulian berbagai pihak, lembaga formal tidak akan mampu memerangi bahaya narkoba dan penyakit sosial lainnya sendirian. Karena itu, kehadiran komunitas seperti CCC sangat penting sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif, menyebarkan nilai-nilai positif, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Semoga CCC terus tumbuh, merangkul lebih banyak anak muda, dan melahirkan lebih banyak karya yang membangun dan menginspirasi,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Pengusaha Mataram H. Edy Sofyan Pinjamkan BMW M4 Untuk Dritf dan Jajal Sirkuit Mandalika

    “Niat kita untuk majukan pariwisata dan salurkan hobi tiang di Otomotif, supaya otomotif NTB maju dan punya daya saing dengan Kota besar lainnya di indonesia,”   Mataram (KabarBerita) — Nama…

    Loang Baloq Berdenyut Seharian dalam Meriahnya Sunrise to Sunset Festival

    ‎Mataram(KabarBerita )– Taman Hiburan Loang Baloq berubah menjadi ruang perayaan yang hidup dari matahari terbit hingga tenggelam lewat gelaran Sunrise to Sunset Festival (SSF). Festival di akhir tahun ini tidak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Mataram Jadi Titik Awal Gerakan Antikorupsi Indonesia Timur, KPK Ajak Masyarakat Bangun Budaya Integritas

    Mataram Jadi Titik Awal Gerakan Antikorupsi Indonesia Timur, KPK Ajak Masyarakat Bangun Budaya Integritas