Dewan Kritik Kebijakan SPB Kapal Penyebrangan, Pelayanan Terganggu dan Tidak Efektif

Mataram, (KabarBerita) – Anggota Komisi IV DPRD NTB, Syamsul Fikri melontarkan kritikan keras terhadap pemberlakuan proses Surat Perintah Berangkat (SPB) kapal penyebrangan di Pelabuhan Kayangan Lombok yang diberlakukan oleh Syahbandar setempat.

Menurutnya kebijakan SPB itu sangat mengganggu pelayanan terhadap masyarakat dan dinilai tidak efektif. Pasalnya penumpang yang akan melakukan penyebrangan harus menunggu sekitar 1 jam lamanya setelah semua mobil dan motor masuk kapal.

“Proses Surat Perintah Berangkat (SPB) dari Syahbandar, sekitar 1/2 setalah Mobil dan Motor masuk Kapal. Sementara menunggu secara keseluruhan sekitar 1 jam. Pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu dan tidak efektif,” kritik keras politisi partai Demokrat itu.

Dampak lain, lanjut Politisi asal Pulau Sumbawa ini, penumpang harus mengantri dan menunggu hingga berjam-jam di kapal. Sementara ada penumpang yang sakit dan membutuhkan penanganan lebih cepat.

“Jadi kita kasian masyarakat yang sakit Ambulance ndak bisa masuk, sementara itu emergency. Bagaimana seandainya itu darurat?,” kritiknya.

Kendati demikian, Syamsul Fikri tidak menafik jika kebijakan SPB dari segi aspek keselamatan pelayaran sangat bagus, karena ada pendataan penumpang dan lain sebagainya. Namun buruknya, ketika harus mengorban kepentingan masyarakat terutama yang sakit dan emergency.

“Memang kebijakan SPB ini bagus dari segi aspek keselamatan pelayaran. Tetapi yang kurang bagusnya adalah masyarakat harus menunggu sementara ada ambulace dan emergency. Ini pelayanan bisa sampai setengah jam lebih,” pungkasnya.

Sebagai anggota komisi IV DPRD NTB, Syamsul Fikri pun meminta Dinas Perhubungan provinsi NTB mengubah kebijakan yang dilakukan oleh Syahbandar itu. Pelayanan penyebrangan pungkasnya harus dipercepat dan tidak boleh memperlambat pelayanan.

“Saya berharap sebagai anggota komisi IV agar Dishub mengubah kebijakan itu yang dilakukan oleh syahbandar. Pelayanan harus dipercepat, pendataan oke tetapi jangan sampai memperlambat pelayanan,” tandasnya.

Selain itu, dirinya juga meminta Dishub NTB memanggil Syahbandar karena kebijakan itu dianggap merugikan dan banyak dikeluhkan masyarakat karena tidak pro-pelayanan prima.

“Jadi kalau mengambil kebijakan itu harus strategis, merubah kebijakan itu tidak boleh mempersulit masyarakat. Dinas Perhubungan Provinsi harus memanggil Syahbandar dan merubah Kebijakan ini yang tidak Pro- Pelayanan Prima,” perintahnya tegas.

Penulis : Dedy Supiandi

Related Posts

Reses LMB di Darmaji Kopang, Aspirasi Perbaikan Infrastruktur dan Jalan Lingkungan Masih Dominan

“Alhamdulillah kami masih diberikan kesempatan untuk dapat bersilaturrahmi, bertatap muka, dan berdialog secara langsung bersama konstituen dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat/konstituen kami di Dapil VII NTB, tepatnya di Desa Darmaji…

Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

MATARAM (KabarBerita) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya, menggelar Sosialisasi Kelompok MPR RI yang berfokus pada penguatan Empat Pilar Kebangsaan. Yaitu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Hadiri Penutupan MTQ NTB, Waka I DPRD NTB LWJ Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

Hadiri Penutupan MTQ NTB, Waka I DPRD NTB LWJ Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

Komisi IV DPRD Mataram: Penanganan Isu LGBT Harus Terpadu, Bukan Persekusi

Komisi IV DPRD Mataram: Penanganan Isu LGBT Harus Terpadu, Bukan Persekusi

DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers