Alumni IKA-MAPK Tawarkan Alternatif Solusi Wujudkan Perdamaian Israel-Palestina

Mataram, (KabarBerita) – Ikatan Keluarga Alumni – Madrasah Aliyah Program Khusus (IKA-MAPK) Indonesia mengadakan Webinar perdana, pada Kamis 14 Agustus 2025.

Webinar yang mengusung tema “Konflik Timur Tengah, Solusi Perdamaian dan Peranan Indonesia” itu digelar setelah sebelumnya diselenggarakan Silatnas ke-2 pada 25-26 Juni 2025 lalu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Webinar ini dipandu oleh moderator Prof. Dr. Hj. Dzuriyatun Thoyibah, M.A. M.Si, Dekan FISIP UIN Jakarta, sekaligus sebagai Wakil Ketua Umum IKA-MAPK dan dibuka oleh Ketua Umum IKA-MAPK Indonesia, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.A, Rektor UIN Mataram, yang juga sebagai Ketua Forum Rektor PTKN.

Narasumber Webinar ini para alumni MAPK yang memiliki kepakaran mengenai isu Timur Tengah: Prof. H. Muhammad Ali, S.Ag, M.M., M.Sc, Ph.D, Dosen Religious Studies California University Riverside USA; Prof. Dr. H.M.Irfan Helmy, Lc, M.A, Atdikbud RI di KBRI Riyadh Arab Saudi; Dr. H. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., Counselor, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo Mesir; H. Azman Ridha, S.Ag, M.Si, Sekjen IKA-MAPK Indonesia, Magister Politik dan Hubungan Internasional SKSG UI, yang semuanya merupakan alumni MAPK Darussalam Ciamis Jawa Barat.

Narasumber lainnya adalah pakar Timur Tengah UI, H.M. Sya’roni Rofi’i, SHI, MA, Ph.D, Founder Yayasan Endonezya Turkiye, Dosen Kajian Wilayah Timur Tengah UI dan juga Sekretaris Program Doktor SKSG, UI, yang bersama dengan Prof. Masnun Tahir merupakan alumni MAPK Mataram NTB.

Sebagai informasi, MAPK adalah Madrasah Aliyah Program Khusus, program pendidikan bea siswa dari Kementerian Agama untuk mencetak ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama yang didirikan oleh mantan Menteri Agama Prof. Dr. H. Munawir Sjadzali pada tahun 1987.

Webinar ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Ali menjelaskan tentang sejarah dan latar belakang konflik antara Israel dan Palestina, besarnya peran Amerika dalam dinamika konflik Israel Palestina, persepsi publik Amerika tentang konflik Israel Palestina dan berbagai alternatif solusi untuk mewujudkan perdamaian antara kedua negara yang memiliki sejarah konflik yang panjang ini.

Secara khusus Prof. Ali menyoroti dinamika internal warga Amerika, di mana kebebasan berpendapat dilindungi hukum, sehingga pilihan sikap masyarakat pun variatif antara yang pro-Palestina, maupun yang pro-Israel.

Menurut konstitusi Amerika, selama tidak melanggar prinsip Hak Asasi Manusia, setiap orang memiliki ruang untuk menyuarakan pendapatnya, bahkan berpeluang mempengaruhi kebijakan.

Prof. Irfan yang saat ini bertugas di Arab Saudi banyak membahas tentang posisi strategis Arab Saudi dalam konstelasi konflik Timur Tengah. Di mana bahwa Arab Saudi yang memiliki Visi Saudi 2030 dan memiliki program ambisius untuk menjadikan Arab Saudi sebagai negara paling maju dan modern di Timur Tengah.

Namun demikian, meskipun secara terbuka mendukung Palestina dan mengutuk pendudukan penuh Gaza oleh Israel, tetapi Arab Saudi tidak mampu bersikap tegas karena tidak ingin terseret arus konflik yang mengganggu stabilitas pembangunan negaranya. Hal ini karena adanya komitmen Pemimpin Saudi untuk menjaga keamanan dan marwah kota Suci Mekkah dan Madinah sebagai kiblat umat muslim sedunia.

Prof. Irfan juga menyoroti tentang dampak perang yang memberikan pukulan telak bagi sektor pendidikan dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan hancurnya bangunan sarana dan prasarana perumahan dan pendidikan di Palestina maupun banyaknya anak usia sekolah maupun guru-guru Palestina yang meninggal akibat perang.

Dr. Rahmat Aming yang lama belajar dan menjabat sebagai diplomat senior di berbagai negara di Timur Tengah secara khusus menjelaskan tentang posisi Mesir yang memegang peran penting dalam menjaga keamanan nasional dan stabilitas perbatasan, khususnya di wilayah Rafah.

Meskipun Mesir sering menjadi mediator regional bersama negara berpengaruh seperti Qatar dan Saudi Arabia, serta menjalin hubungan erat dengan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, namun demikian, dengan kondisi ekonomi Mesir yang saat ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi, Mesir tidak ingin mengambil risiko terlibat lebih jauh dalam pusaran konflik antara Israel dan Palestina yang akan dapat membahayakan keamanan negaranya.

Dr. Aming juga menyoroti tentang keseriusan Presiden Prabowo dan kabinetnya untuk meningkatkan perhatian dan peran Indonesia yang lebih besar bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina. Hal ini ditandai dengan kunjungan Presiden Prabowo sebanyak dua kali ke Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab dalam konteks perdamaian Timur Tengah. Sesuatu yang hampir tidak pernah dilakukan oleh Presiden Indonesia sebelumnya.

Dr. M. Sya’roni yang belakangan sering muncul di TV nasional karena banyak membahas tentang isu konflik Israel-Palestina, mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat Israel terpecah menjadi dua kubu besar—sebagian mendukung kebijakan pemerintahnya, sementara sebagian lain justru pro-Palestina.

Disamping itu adanya perubahan tak terduga dengan adanya pengakuan Palestina oleh Prancis, Belanda, Kanada, dan Australia menandai terjadinya titik balik konflik Israel Palestina, karena didukung oleh sebagian negara Barat.
Secara khusus Dr. Sya’roni mendorong Indonesia agar meniru langkah Qatar dalam memfasilitasi pendidikan mahasiswa Palestina, sehingga mereka kelak menjadi delegasi dan diplomat bagi bangsanya sendiri. Dr. Sya’roni menegaskan harapannya agar Indonesia dapat bergabung dengan lebih banyak kelompok internasional, seperti G20 dan forum strategis lainnya, sehingga suara Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Azman Ridha M.Si yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala ITPC Jeddah ini menjelaskan tentang ironi yang terjadi, dimana meskipun Israel “dimusuhi”, tetapi ekspor kumulatif Indonesia ke Israel pada Januari-Juli 2024 cenderung meningkat US$ 98,53, yang menunjukkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan Israel jauh lebih tinggi dibanding dengan Palestina.

Lebih lanjut, Azman menjelaskan tentang pentingnya keselarasan langkah dan upaya bersama berbagai kalangan dan berbagai negara dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hal ini kalau dilakukan dengan baik akan meningkatkan balance of power sehingga Israel mendapat pressure lebih besar dari banyak kekuatan dunia.

Menurutnya, terdapat perubahan besar dalam konstelasi hegemoni global, di mana berkurangnya kekuatan Barat di bawah pengaruh Amerika dan Yahudi memunculkan berbagai kekuatan baru yang akan membawa perubahan baru di dunia. Baik itu dengan munculnya kekuatan negara-negara di bawah BRICS, lebih solidnya suara komunitas negara muslim dunia, keberanian musuh Israel untuk melakukan perang secara terbuka dari berbagai front, baik oleh Hamas, Iran, Syiria, Yaman dan Hizbullah di Lebanon.

Disamping itu, menurutnya, adanya sinergitas kekuatan civil society di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya jika diperkuat dengan kekuatan diplomasi maupun tekanan dari negara-negara kuat lainnya melalui diplomasi ekonomi maupun diplomasi kekuatan militer akan dapat menjadi langkah taktis bagi diakhirinya perang dan diwujudkannya perdamaian antara kedua negara.
Dalam penutupan Webinar ini, Azman Ridha atas nama MC dan Sekjen IKA-MAPK Indonesia menyampaikan apresiasi yang besar atas perhatian berbagai kalangan untuk mengikuti Webinar perdana ini dan mengharapkan agar kiranya hasil Webinar ini dapat dijadikan acuan bagi pemangku kepentingan dari pemerintah, civil society, maupun pemerhati masalah Timur Tengah baik di Indonesia maupun belahan dunia lainnya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Selanjutnya disampaikan, bahwa kegiatan webinar ini akan terus dilakukan secara berkala oleh alumni MAPK dari berbagai daerah yang saat ini banyak menempati posisi strategis di berbagai ranah dengan berbagai prestasi dan beragam keahlian. (*)

Related Posts

Perkara Gratifikasi Tiga Legislator NTB Dilimpahkan ke Meja Hijau, Ini Daftar 13 Nama Legislator Muncul Penerima Suap

Mataram, (KabarBerita)– Penanganan perkara dugaan gratifikasi yang menjerat tiga anggota DPRD NTB memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi melimpahkan berkas perkara kasus “Dana Siluman” tersebut ke meja hijau.…

Deklarasi Zona Integritas, KPU NTB Komit Hadirkankan Birokrasi Bersih dan Melayani

Mataram, (KabarBerita) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026, pada Kamis (12/2). Pencanangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan