Kasus Deni: Kesalahan Diakui, Penghakiman Tidak Boleh Berlarut

MATARAM (KabarBerita)-Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Dr. H. Ahsanul Khalik, menanggapi soal viralnya pemberitaan mengenai saudara Deni Apriadi Rahman (23) atau Dea Lipa.

“Kita tentu memahami bahwa reaksi spontan masyarakat atas tindakan Deni adalah hal yang wajar. Ketika publik melihat seorang laki-laki tampil mengenakan pakaian perempuan dan bekerja sebagai MUA tanpa mengungkap identitas aslinya, tentu muncul keterkejutan, kekecewaan, bahkan kemarahan. Emosi spontan ini tidak dapat sepenuhnya disalahkan, karena publik menilai berdasarkan nilai sosial, budaya, dan agama yang dijunjung,”terang Dr. AKA sapaan akrab mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB ini kepada KabarBerita, Minggu (16/11/2025).

Namun setelah Deni mengakui dan menjelaskan kesalahannya, sambung Dr. AKA, maka penghakiman berlebihan, caci maki, serta kekerasan digital harus dihentikan. “Kesalahan tetap kesalahan, tetapi penghukuman yang berlarut justru merusak dan tidak membawa perbaikan bagi siapa pun,”tambahnya.

Melihat riwayat yang disampaikan Deni, bahwa dia seoarang disabilitas pendengaran, pengalaman perundungan sejak kecil, ini perlu didalami kebenaran nya, apalagi setelah Deni mengalami tekanan publik dalam beberapa hari terakhir, maka pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten melalui Dinas terkait dan juga tim khusus dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB, perlu memberikan pendampingan psikologis dan sosial.

Menurutnya, pendampingan tersebut bertujuan, membantu menata kembali kepercayaan diri dan kesehatan mentalnya, memastikan ia memahami identitas dan peran sosialnya sebagai laki-laki, mengarahkan agar kesalahan serupa tidak terulang. Langkah ini adalah upaya pemulihan, bukan pembenaran atas kesalahan yang dilakukan Deni. “Saya mengajak masyarakat untuk memberikan ruang bagi Deni memperbaiki hidupnya. Ia telah menyampaikan klarifikasi dan mengakui kekeliruannya. Kesempatan untuk berubah adalah hak yang harus dimiliki setiap orang,”ajak Dr. AKA

Dr. AKA juga menyampaikan pesan khusus kepada saudara Deni agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tetap menekuni profesinya sebagai MUA secara profesional, dengan menjaga adab serta menghormati norma sosial dan agama yang berlaku di daerah ini. “Kasus Deni menjadi pengingat bahwa media sosial dapat dengan cepat menjadi ruang penghakiman massal. Karena itu, kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, perlu mengambil posisi yang benar, menegur ketika salah, tetapi merangkul ketika seseorang ingin berubah,”pesannya. (Sal/red).

  • Related Posts

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

    “Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu