Dewan Kebudayaan Sampaikan Kriteria Calon Kadis Kebudayaan NTB

Mataram, (KabarBerita) – Ketua Dewan Kebudayaan NTB Prof. Abdul Wahid, menyampaikan Kriteria yang cocok sebagai pemimpin di Dinas yang baru di bentuk Pemerintah Provinsi yaitu Dinas Kebudayaan NTB.

Menurut persepektif Wahid sapaannya yang memiliki basis-basis pemahaman dan pengalaman, terutama visi, tentang pengembangan kebudayaan yang mendunia, tentang masyarakat NTB yang multikultural, masyarakat yang bergaul dengan masyrakat lain, dan kosmopolit, itu yang cocok sebagai Pemimpin di Dinas Kebudayaan.

“Jadi memang yang berfikir progressif, dan track recordnya bagus juga, mampu menguasai roadmap, menguasai peta lapangan, grand desigen (pikiran besar),”ujarnya Prof Abdul Wahid saat ditemui di kantor Gubernur NTB, Senin (5/01/2026).

Wahid juga mengatakan sebagai seorang kepala OPD tidak cukup hanya sebagai seorang pemikir saja, tapi yang penting untuk melengkapinnya adalah kemampuan manajerial, tidak kaku dan tidak berjiwa kolot.

“Kan kebudayaan itu liar, karena besar sekali jadi harus orang yang agak liar dikit gitu ya,”ungkapnya.

Wahid menambahkan Kebudayaan adalah berdiri pada landasan yang dimilki di masa lampau tetapi bisa penggunanannya untuk masa depan. Dan ada pengembangan tradisi dan budaya yang ada. serta bisa bertransformasi.

Dikatakannya juga bahwa wacana dan diskusi selalu Ia retas, seperti studi tentang kemajuan kebudayaan tapi ia menghindari tentang populeritas individu, atau memunculkan personal.

“Jadi itu yang kita hindari,berbicara tentang orang-perorangan, karena pemerintah provinsi sudah punya mekanisme,”terangnya.

Ia juga memposisikan dirinya sebagai seorang salah satu tokoh kebudayaan di NTB, jadi sudah sewajarnya memberikan masukan, untuk kebaikan bersama,dan untuk memperkuat dalam pengambilan keputusan Pemerintah Daerah.

“Jadi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur sudah berfikir tapi untuk masukan kami sebagai dewan kebudayaan tetap akan memberikan masukan baik di minta maupun tidak,”terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa Dewan kebudayaan Daerah itu dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur, dan turunan dari Peraturan Daerah dan turunan dari UU kemajuan kebudayaan.

“Saya kebetulan terlibat didalam penyusun Perda itu, mengawal proses sampai ke Dewan Udayana dan sampai di Perda-kan, dan Pergub-nya fokus pada institusi yang meramu ini, yaitu dinas Kebudayaan,”imbuhnya. (Wira)

Related Posts

Ditolak Masuk Arab Saudi, Satu Calon Jamaah Haji Asal Kota Mataram Dipulangkan, Ini Penyebabnya

MATARAM (KabarBerita) – Satu Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung di Kelompok Terbang (Kloter) 5 asal Kota Mataram, terpaksa dipulangkan setelah ditiba di tanah suci dan dinyatakan gagal melaksanakan ibadah…

Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

Mataram, (KabarBerita) — Sebanyak 2.722 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok hingga hari ke-10 pelaksanaan, yakni per 30 April 2026 pukul…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Konstelasi Kembar dalam Horizon Batukliang: Dialektika Sanad, Spiritualitas, dan Arsitektur Keulamaan

Konstelasi Kembar dalam Horizon Batukliang: Dialektika Sanad, Spiritualitas, dan Arsitektur Keulamaan

Wali Kota Mataram Sambut Dirjen Keuangan Daerah, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Wali Kota Mataram Sambut Dirjen Keuangan Daerah, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Hardiknas 2026, Lalu Ari Sebut Pendidikan di Era Prabowo – Gibran Maju Signifikan

Hardiknas 2026, Lalu Ari Sebut Pendidikan di Era Prabowo – Gibran Maju Signifikan

Tolak Muscab PPP Lombok Timur, LHK Tegaskan Masih Sah Menjabat Ketua

Tolak Muscab PPP Lombok Timur, LHK Tegaskan Masih Sah Menjabat Ketua

Hardiknas 2026, Sari Yuliati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Hardiknas 2026, Sari Yuliati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Ditolak Masuk Arab Saudi, Satu Calon Jamaah Haji Asal Kota Mataram Dipulangkan, Ini Penyebabnya

Ditolak Masuk Arab Saudi, Satu Calon Jamaah Haji Asal Kota Mataram Dipulangkan, Ini Penyebabnya