Turunnya Angka Kelahiran Picu Minim Murid, Sejumlah SD Negeri di Mataram Akan Ditutup

Mataram(KabarBerita)— Menurunnya angka kelahiran secara signifikan disebut menjadi salah satu faktor utama berkurangnya jumlah siswa di sekolah-sekolah dasar negeri di Kota Mataram. Fenomena “kelas kosong” yang kian marak ini pun memaksa Dinas Pendidikan setempat mengambil langkah tegas dengan menutup operasional sejumlah sekolah dasar negeri yang tidak lagi memenuhi kuota minimum peserta didik.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M Yusuf, mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah siswa baru yang masuk ke jenjang sekolah dasar setiap tahun terus mengalami penurunan. Salah satu pemicu utamanya adalah turunnya angka kelahiran anak di Kota Mataram.

‎“Dari data BPS, setiap tahun jumlah siswa yang masuk ke jenjang SD terus berkurang karena menurunnya angka kelahiran. Kecuali melahirkan bebas tapi tidak dibatasi,” ujar Yusuf.

‎Selain faktor demografis, persaingan dengan sekolah dasar swasta juga turut memengaruhi menurunnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SD negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah sekolah swasta di Kota Mataram terus bertambah dan menjadi alternatif pilihan orang tua.

‎“Banyak sekolah swasta yang dibuka juga jadi penyebab lainnya. Tapi masyarakat tentu bebas memilih di mana mereka mau menyekolahkan anaknya,” jelasnya.

‎Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan Kota Mataram terpaksa melakukan penggabungan (merger) hingga penutupan operasional sejumlah SD negeri. Untuk tahun ajaran baru ini, terdapat dua sekolah dasar negeri yang resmi dihentikan operasionalnya karena kekurangan murid, yakni SDN 36 Ampenan dan SDN 41 Cakranegara.

‎“Di SDN 36 Ampenan muridnya hanya sembilan orang dengan enam rombongan belajar. Ini sangat tidak efisien sehingga ditutup. Begitu pula SDN 41 Cakranegara yang juga akan ditutup dan dimerger dengan sekolah lain,” terang Yusuf.

‎Pasca-penutupan, para siswa dari kedua sekolah tersebut akan didistribusikan ke sejumlah sekolah terdekat agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Sementara itu, para tenaga pendidik juga akan dipindahkan ke sekolah-sekolah lain yang mengalami kekurangan guru.

‎“Justru kita kekurangan guru, jadi guru-gurunya kita distribusikan ke sekolah lain yang membutuhkan. Ini juga bagian dari upaya mengatasi kekurangan guru di Kota Mataram,” katanya.

‎Adapun aset sekolah yang ditutup, lanjut Yusuf, akan dikembalikan kepada Pemerintah Kota Mataram untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

  • Related Posts

    BKD Mataram Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Berikan Keringanan PBB Hotel

    Mataram(KabarBerita)— Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram menegaskan tidak memiliki dasar hukum untuk memberikan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada pelaku usaha hotel, meski sektor perhotelan tengah menghadapi tekanan…

    Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Desak Audit Bangunan Sekolah Pascainsiden Atap SMAN 7 Roboh

    ‎Mataram(KabarBerita)— Robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram memicu perhatian serius dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman. Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    BKD Mataram Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Berikan Keringanan PBB Hotel

    BKD Mataram Tegaskan Tak Ada Dasar Hukum Berikan Keringanan PBB Hotel

    DPRD NTB Apresiasi Pemprov NTB Atas Penghargaan Creative Finance 2026

    DPRD NTB Apresiasi Pemprov NTB Atas Penghargaan Creative Finance 2026

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara