
Mataram(KabarBerita)— Robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram memicu perhatian serius dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman. Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram itu mendesak pemerintah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Sebagai pimpinan partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Kota Mataram, Abd. Rahman menegaskan persoalan keamanan sarana pendidikan tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram bersama Pemerintah Provinsi NTB segera bersinergi melakukan audit teknis terhadap bangunan sekolah, khususnya gedung yang telah berusia tua atau mengalami kerusakan struktural.
Menurutnya, insiden ambruknya atap sekolah harus menjadi alarm serius bagi pemerintah agar tidak menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum bertindak.
“Tragedi ambruknya atap sekolah ini adalah alarm keras bagi kita semua. Jangan tunggu ada korban jiwa baru kemudian sibuk saling menyalahkan. Saya mendesak Dinas PUPR, baik tingkat kota maupun provinsi, segera melakukan audit teknis terhadap kelayakan bangunan sekolah,” tegas Abd. Rahman kepada media.
Ia menilai keselamatan siswa merupakan tanggung jawab bersama, meski pengelolaan SMA berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, koordinasi lintas sektor antara Pemkot Mataram dan Pemprov NTB dinilai penting agar langkah penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.
Rahman juga menegaskan bahwa sekolah merupakan instrumen penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dengan dukungan sarana dan prasarana yang layak menjadi bagian dari program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo.
“Kunjungan kami hari ini merupakan atensi langsung dari pusat agar nantinya bisa kami laporkan. Seperti apa tindak lanjutnya nanti, apakah akan ada perbaikan langsung atau langkah lainnya, yang terpenting aktivitas belajar mengajar jangan sampai terganggu,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Mataram tiga periode tersebut turut menekankan pentingnya langkah preventif dibanding penanganan pascakejadian. Ia meminta pemerintah memprioritaskan pemeriksaan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai rawan demi mencegah insiden serupa terulang.
Selain itu, Abd. Rahman juga mengajak seluruh kepala sekolah dan komite sekolah di Kota Mataram lebih aktif melaporkan jika menemukan kerusakan pada fasilitas belajar mengajar.
“Anak-anak kita datang ke sekolah untuk belajar dengan aman dan nyaman, bukan mempertaruhkan nyawa di bawah bangunan yang rapuh. Pemerintah harus hadir menjamin ruang belajar yang layak dan aman,” pungkasnya.





