
Mataram(KabarBerita) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram memanfaatkan momentum Hari Kearsipan Nasional ke-55 dan Hari Perpustakaan Nasional ke-46 dengan menggelar pameran arsip sejarah Kota Mataram, Selasa (19/5). Kegiatan itu digelar sebagai upaya mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda agar tidak melupakan asal-usul kotanya.
Berbagai arsip foto dan dokumentasi sejarah ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari proses terbentuknya Kota Mataram hingga jejak para pemimpin yang pernah memimpin ibu kota Provinsi NTB itu.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, H Charnoto menegaskan arsip bukan sekadar dokumen lama, tetapi rekaman sejarah yang harus diwariskan kepada generasi penerus.
“Arsip adalah sejarah. Karena itu kami tampilkan bagaimana sejarah terbentuknya Kota Mataram, termasuk para pemimpinnya. Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu bagaimana proses berdirinya Kota Mataram yang dulunya masih bagian dari Lombok Barat,” ujarnya.
Dalam pameran itu, pengunjung juga diperlihatkan arsip sejumlah lokasi bersejarah di Kota Mataram, seperti Pelabuhan Ampenan yang dahulu menjadi pusat perdagangan dan ekonomi masyarakat, Gerbang Mataram yang pernah berdiri di kawasan bekas Bioskop Irama, hingga bangunan SMP Dollar yang kini menjadi SMPN 3 Mataram.
Selain itu, dokumentasi kawasan Jalan Udayana yang dulunya dikenal dengan nama Bumi Gora dan kini menjadi Teras Udayana turut dipamerkan sebagai bagian dari perjalanan perkembangan Kota Mataram.
Menurut Charnoto, keberadaan arsip sejarah tersebut penting agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar sejarah daerah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda datang ke perpustakaan bukan hanya untuk menambah literasi, tetapi juga mengetahui seperti apa wajah Kota Mataram di masa lampau. Jangan sampai generasi muda melupakan sejarah atau jasmerah seperti pesan Bung Karno,” katanya.
Peringatan Hari Kearsipan Nasional tahun ini mengusung tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”, sedangkan Hari Perpustakaan Nasional ke-46 mengangkat tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”.






