Puluhan Ribu Sapi NTB Dikirim, Penjualan Tembus Setengah Triliun dari Hewan Kurban ke Jabodetabek

MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi NTB melaui Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Muhamad Riadi menyebutkan perputaran ekonomi tembus setengah Triliun lebih dari transaksi Hewan kurban pada 2026 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Riadi menyebutkan total pengiriman sampai akhir April 2026 mencapai 24.974 ekor sapi untuk kebutuhan Jabodetabek, yang sudah dilalu lintaskan dan berjalan lancar.

“Jadi kalau kita hitung, ini yang dari hewan kurban saja, yang kita kirim dibulan Maret sampai April ke Jabodetabek sebanyak 24.974 ekor kali 20.000.000 harga harga jual, maka rata-rata di Jakarta menghasilkan Rp 499.480.000.000. Ini dari segi populasi,” sebutnya saat memberikan keterangan kepada Media, diruang Media Center area Kantor Gubernur, Pada Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Ia menyebutkan tambahan lainnya berasal dari sektor transportasi, untuk pengangkutan dengan kendaraan truck sebanyak 25 ekor sapi, maka ongkos yang dibayar hingga Rp 30 juta sampai ke daearh tujuan.

“Kalau dari transportasi 1 truck yang mengangkut 25 ekor itu, bayarnya Rp 30 juta,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya dari kleder (yang mengawal sapi) 4 orang, dan penyiapan pakan yang ditaruh diatas sapi, semua berbayar dan ada nominal sendiri yang dibayarkan oleh pemiliknya.

“Jadi yang mengawal itu dibayar dan pakan yang disiapkan juga ada bayarannya,”katanya.

Riadi menambahkan yang paling menarik dari setiap proses tersebut adalah pada saat penangkapan sapi. Pasalnya pemilik sapi mengeluarkan ongkos penangkapan sapi ada didaerah hutan.

“Dan yang tidak kalah penting penangkapan hewan di hutan,
Jadi sapi yang dilepas liar itu, kalau mau dijual pas penangkapan itu bayar Rp 250 ribu,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan seluruh rangkaian tersebut, menjadi penyumbang pendapatan dalam menggerakan perekonomian daerah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang terlibat, baik dari peternak, penjual dan penjaga ternak.

“Itulah perputaran uang yang mengalir ke NTB,” ujarnya.

Selain perputaran ekonomi , Riadi juga menyinggung potensi membuka pasar baru, yang masih terbuka lebar menurutnya, itu akan diupayakan mengingat Jabodetabek yang selama ini menjadi pelanggan tetap bahkan mendapatkan pasokan sapi tiap minggunya. Dan targetnya pasarnya adalah Kalimantan Selatan.

“Wilayah ini menjadi pasar yang perlu untuk digarap kedepan tidak hanya untuk Jabodetabek, tapi kita garap Kalimantan Selatan karena sudah ada permintaan sebanyak 2.204 ditahun 2026 untuk hewan kurban,” pungkasnya.

Untuk informasi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan sebagian lampung total permintaan mencapai 27.449 ekor permintaan hewan kurban tahun ini dari NTB. (Wira/red).

  • Related Posts

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    MATARAM (KabarBerita) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menggelar rapat perumusan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan tindak kekerasan dilingkup satuan pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-NTB. Acara tersebut dihadiri…

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

    “Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat.”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB) Daerah Pemilihan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Harga Bumbu Dapur Melonjak di Mataram, Pasokan Seret dan Dolar Menguat Jadi Pemicu

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Vonis Radit Picu Luapan Emosi, Keluarga Terdakwa dan Korban Sama-sama Kecewa

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

    Hakim Vonis Radiet 6 Tahun Dalam Kasus Kematian Vira

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

    Turun Reses di BKU, Bung Aley Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga