Uji Coba Dinilai Berjalan Baik, Lima Hari Sekolah di Mataram Akan Dipermanenkan

Mataram(KabarBerita) — Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program lima hari sekolah di seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Hasil monev tersebut rencananya akan diekspose secara terbuka setelah seluruh tahapan evaluasi rampung.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf, mengatakan secara umum respons masyarakat selama masa uji coba program lima hari sekolah tergolong positif. Atas dasar itu, pemerintah daerah berencana memermanenkan kebijakan tersebut.

‎“Kalau sudah berjalan dengan baik, respons masyarakat baik, siswa juga baik, ya sudah kita akan permanenkan,” ujar Yusuf.

‎Sebagai landasan hukum, Dinas Pendidikan Kota Mataram saat ini tengah menyusun naskah akademik yang akan menjadi dasar penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait pelaksanaan program lima hari sekolah.

‎Meski demikian, Yusuf mengakui masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, khususnya terkait tingkat kejenuhan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Untuk itu, ia mendorong para guru agar terus melakukan inovasi dan meningkatkan kreativitas agar pembelajaran tetap menarik dan tidak monoton.

‎“Evaluasinya mungkin hanya pada kejenuhan guru. Tapi kami minta guru-guru melakukan inovasi dan kreativitas supaya proses pembelajaran tidak jenuh,” jelasnya.

‎Terkait pelaksanaan lima hari sekolah pada bulan Ramadan mendatang, Yusuf menyebut Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) akan menyusun kurikulum khusus dengan pengaturan relaksasi jam pelajaran agar tetap menyesuaikan dengan kondisi peserta didik selama bulan puasa.

‎Sementara itu, menanggapi masukan dari pihak legislatif terkait perlunya peningkatan pengawasan terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah, terutama di jenjang SMP yang berada pada fase pubertas, Yusuf menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata.

‎“Pengawasan itu tidak hanya tugas sekolah, tetapi juga perlu keterlibatan orang tua dan masyarakat,” tegasnya.

‎Meski demikian, ia menilai usulan DPRD terkait pemasangan kamera pengawas di sejumlah titik rawan atau blind spot di lingkungan sekolah sebagai masukan yang konstruktif. Pihaknya pun akan mendorong sekolah-sekolah untuk memasang CCTV atau kamera pengawas di lokasi-lokasi yang berpotensi disalahgunakan.

‎“Itu masukan yang bagus. Kami akan meminta pihak sekolah memasang kamera pengawas di tempat-tempat yang riskan,” pungkas Yusuf.

  • Related Posts

    Bagikan 1000 SK Penerima PIP, Waka Komisi X DPR RI “Warning” Oknum dan Pihak Sekolah tidak Lakukan Pungli

    MATARAM (KabarBerita) –  Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani bagikan 1000 Surat Keputusan (SK) ke penerima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Dan beri peringatan keras terhadap oknum pungutan…

    Marak Kasus Asusila Dilingkungan Pendidikan di NTB, Yek Agil Dorong Pengawasan dan Pembinaan Diperketat

    MATARAM (KabarBerita)-Maraknya kasus asusila dilingkungan pendidikan di NTB menjadi sorotan publik akhir-akhir. Pasalnya, belum lama ini viral kasus dugaan pencabulan atau sodomi terhadap empat santri di salah satu pondok pesantren…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Iklim Investasi Tumbuh Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

    Iklim Investasi Tumbuh Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

    Serap Aspirasi, Yek Agil Sosialisasi Raperda Tentang Pinjol Ilegal dan Judol Kepada Masyarakat

    Serap Aspirasi, Yek Agil Sosialisasi Raperda Tentang Pinjol Ilegal dan Judol Kepada Masyarakat

    Bagikan 1000 SK Penerima PIP, Waka Komisi X DPR RI “Warning” Oknum dan Pihak Sekolah tidak Lakukan Pungli

    Bagikan 1000 SK Penerima PIP, Waka Komisi X DPR RI “Warning” Oknum dan Pihak Sekolah tidak Lakukan Pungli

    Momen Haru Warnai Pertemuan Anggota DPR Mahdalena Dengan Jamaah Haji NTB di Tanah Suci

    Momen Haru Warnai Pertemuan Anggota DPR Mahdalena Dengan Jamaah Haji NTB di Tanah Suci

    PWI NTB Bahas Kesiapan Porwarda 2026, UKW Gratis dan Bentuk Koperasi Insan Pers

    PWI NTB Bahas Kesiapan Porwarda 2026, UKW Gratis dan Bentuk Koperasi Insan Pers

    Marak Kasus Asusila Dilingkungan Pendidikan di NTB, Yek Agil Dorong Pengawasan dan Pembinaan Diperketat

    Marak Kasus Asusila Dilingkungan Pendidikan di NTB, Yek Agil Dorong Pengawasan dan Pembinaan Diperketat