
Mataram, (KabarBerita) — Persoalan sampah mengemuka dalam agenda serap aspirasi (reses) Anggota DPRD Provinsi NTB, Rangga Danu Meinaga Adhitama di sejumlah titik di Kota Mataram.
Dari berbagai aspirasi yang disampaikan warga, keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi persoalan paling mendesak.
Rangga Danu mengungkapkan, selama beberapa hari turun ke lapangan, warga di sejumlah titik menyampaikan keluhan terkait pengelolaan sampah yang belum optimal. Salah satu kebutuhan utama adalah keberadaan tosa atau kendaraan roda tiga yang berfungsi mengangkut sampah dari lingkungan ke titik pengumpulan.
“Yang paling mendesak itu sampah. Warga banyak mengeluhkan kurangnya tosa atau roda tiga untuk angkut sampah di lingkungan,” ujar Rangga di Mataram, Kamis (5/2/2026.
Menurutnya, di beberapa wilayah, armada roda tiga yang tersedia sangat terbatas, kemudian sudah tua dan sering mengalami kerusakan. Kondisi ini berdampak pada terganggunya proses pengangkutan sampah harian.
“Kadang satu lingkungan hanya punya satu roda tiga, itu pun kondisinya sudah lama dan sering rusak. Akhirnya sampah menumpuk,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain armada, ia juga menyoroti keterbatasan tenaga kebersihan di tingkat lingkungan. Kombinasi antara minimnya kendaraan dan tenaga pengangkut membuat pelayanan sampah belum mampu menjangkau seluruh wilayah Kota Mataram secara merata.
Dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram yang kerap menjadi penyebab terjadinya banjir itu diperlukan sinergi semua pihak.
Menurut Rangga persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah kota semata. Namun perlu sinergi lintas pemerintahan, termasuk Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Harus ada sinergi antara Kota Mataram, Lombok Barat, dan Pemprov NTB untuk memecahkan persoalan tempat pembuangan dan pengangkutan sampah ini,” tegasnya.
Rangga membuka peluang agar pemerintah provinsi turut membantu pengadaan armada pengangkut sampah sebagai solusi jangka pendek, sembari mendorong perencanaan jangka panjang yang lebih terintegrasi.
Selain isu sampah, dalam reses tersebut warga juga menyampaikan aspirasi lain seperti perbaikan jalan, penerangan jalan, dukungan bagi UMKM berupa rombong dan bantuan modal, serta kebutuhan fasilitas ibadah. (Dedy)






