
LOMBOK BARAT (KabarBerita) –Politisi senior asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Mori Hanapi yang juga anggota komisi V DPR RI mendorong fungsi bandungan dioptimalkan. Maka fungsi mitigasi bencana baik banjir dan kekeringan bisa diantisipasi mengingat fungsi bendungan yang utama adalah untuk itu.
“Alhamdulillah bendungan ini sudah jadi, yang tujuan pembuatannya untuk pengendalian banjir, jaringan irigasi dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),” ujar Mori sapaannya sebelum peresmian bendungan Meninting oleh Presiden Prabowo, Jumat (10/7/2026).
Selain tiga tujuan utama tersebut, menurutnya, bendungan juga bisa difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air, karena itu juga menjadi fungsi tambahan dari pembangunan bendungan.
“Dan apabila memungkinkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan ini yang tambahan fungsinya,” jelasnya.
Lebih lanjut Mori mengatakan bendungan Meninting pada dasarnya sudah selesai, akan tetapi fungsi yang kedua yaitu sebagai irigasi yang harus lebih lanjut dikerjakan, mengingat itu sangat penting untuk diselesaikan.
“Alhamdulillah fungsi pertama telah selesai setelah peresmian, selanjutnya fungsi jaringan irigasi yang akan kita perjuangkan,” katanya.
Ia menyebut dengan adanya jaringan irigasi nantinya, maka beberapa daerah persawahan yang ada didaerah sekitar bisa memanfaatkan fungsinya dengan baik, yaitu mengairi persawahan yang bisa mencapai dua ribu hektar lebih.
“Apabila jaringan irigasi ini bisa masuk, maka dua ribu hektar lebih persawahan bisa diairi,” ucapnya.
Sedangkan untuk fungsi ketiga yaitu SPAM, menurut Mori, akan disalurkan kedua wilayah yaitu Lombok Barat dan Kota Mataram, dan itu akan sangat bermanfaat untuk masyarakat nantinya bila dipastikan fungsinya berjalan dengan baik.
“Untuk jaringan spam bisa menjangkau Kota Mataram dan Lombok Barat,” terangnya.
Ia pun memaparkan bendungan Meninting pada dasarnya dibangun pada masa Pemerintahan Joko Widodo, tapi saat itu belum bisa rampung hingga ahkhir priode Pemerintahannya, tapi pada saat Presiden Prabowo memegang puncak Pemerintahan barulah proyek Bendungan tersebut diselesaikan dan sekaligus diresmikan.
“Bendungan ini dibangun di era Pak Jokowi dan diresmikan di era Pak Prabowo, dan mudah-mudahan bendungan ini bisa dioptimalkan fungsinya oleh masyarakat kita,” tuturnya.
Ia juga mendorong stakeholder terkait, agar segera menuntaskan irigasi primer dan sekunder Bendungan tersebut, supaya bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat, supaya tidak memunculkan permasalahan baru, seperti pengklaiman lahan yang sudah dibebebaskan oleh Pemerintah dalam pembuatan irigasi oleh masyarakat yang merasa memilki lahan tersebut.
“Kita inginkan untuk bendungan meninting ini jangan lama-lama irigasinya, karena bisa memunculkan masalah baru, seperti masyarakat yang sudah dibebaskan lahannya, minta dibebaskan lagi,” ucapnya.
Mori selaku anggota komisi V DPR RI yang sekaligus mitra dari Kementerian PU, akan terus menyuarakan, supaya jaringan irigasai bendungan tersebut segera terealisasi, supaya masyarakat segera merasakan dampak positif keberaadaan bendungan itu.
“Jadi kami akan mengadakan rapat dengan pak menteri, dan khusus bendungan ini untuk disegerakan,” imbuhnya.
Ia juga menyatakan jika pembuatan jaringan irigasi di beberapa bendungan yang sudah dibangun lebih berdampak ke masyarakat dari pada membangun baru bendungan yang lain, ia memandang hal itu lebih bermanfaat dan berbukti nyata ke masyarakat.
“Saya lebih setuju jika mengoptimalkan bendungan yang sudah ada, dari pada membangun yang baru jika tidak dioptimalkan fungsinya,” pungkasnya. (Wira/red).





